Heboh, Kakak Presiden Marcos Klaim Rudal Hipersonik China Targetkan 25 Wilayah Filipina

Kamis, 04 Juli 2024 - 14:50 WIB
Seorang juru bicara Departemen Pertahanan Filipina mengatakan: "Tidak ada dasar untuk memberikan komentar atau reaksi terhadap video Senator Marcos karena kami belum melihat atau membaca rencana yang dirujuknya."

Kantor Presiden Marcos tidak menanggapi permintaan komentar.

China sebelumnya menuduh Filipina "menyalakan api" ketegangan regional melalui perjanjian militernya dengan AS.

Beijing juga mengutuk penempatan rudal Typhon Amerika Serikat di Filipina selama latihan militer gabungan sekutu.

AS terikat pada perjanjian untuk membantu Filipina melawan serangan bersenjata terhadap tentara dan kapalnya, dan Presiden AS Joe Biden telah menegaskan kembali “komitmen kuat” Washington untuk membela sekutu tertuanya di Asia.

AS juga memelihara hubungan tidak resmi dengan Taiwan dan tetap menjadi pendukung dan pemasok senjata terpenting bagi pulau yang diperintah secara demokratis tersebut.

China menganggap Taiwan sebagai wilayahnya dan berjanji akan mengeklaimnya dengan kekerasan, jika perlu.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!