Rudal Balistik Taktis Baru Korea Utara Mampu Angkut 4,5 Ton Hulu Ledak Nuklir
Selasa, 02 Juli 2024 - 09:20 WIB
Hwasongpho-11, atau Hwasong-11, adalah serangkaian rudal balistik jarak pendek (SRBM) yang dikembangkan oleh Korea Utara yang dikenal sebagai KN-23 dan KN-24.
Militer Korea Selatan mengatakan pada hari Senin bahwa rudal pertama dari dua rudal yang diluncurkan oleh Korea Utara tampaknya adalah KN-23 yang terbang sekitar 600 km.
KN-23 kemungkinan adalah rudal yang dipasok Korea Utara ke Rusia dan digunakan dalam perang melawan Ukraina, menurut pihak berwenang Ukraina yang memeriksa puing-puing rudal yang diluncurkan Rusia sejak Desember.
Korea Utara dan Rusia menyangkal adanya perdagangan senjata, namun hubungan mereka berkembang pesat sejak para pemimpin mereka bertemu pada bulan September di Rusia yang menjanjikan kerja sama militer yang lebih erat.
Presiden Rusia Vladimir Putin dan pemimpin Korea Utara Kim Jong-un bertemu lagi di Pyongyang pada bulan Juni dan menandatangani perjanjian Kemitraan Strategis Komprehensif yang mencakup perjanjian pertahanan bersama.
Para pejabat Korea Selatan mengatakan peluncuran rudal balistik jarak pendek Korea Utara baru-baru ini mungkin dimaksudkan untuk menunjukkan produk mereka kepada pembeli potensial.
Baca Juga: Korea Utara Tembakkan 2 Rudal Balistik usai AS-Korsel-Jepang Latihan Perang Gabungan
Militer Korea Selatan mengatakan pada hari Senin bahwa rudal pertama dari dua rudal yang diluncurkan oleh Korea Utara tampaknya adalah KN-23 yang terbang sekitar 600 km.
KN-23 kemungkinan adalah rudal yang dipasok Korea Utara ke Rusia dan digunakan dalam perang melawan Ukraina, menurut pihak berwenang Ukraina yang memeriksa puing-puing rudal yang diluncurkan Rusia sejak Desember.
Korea Utara dan Rusia menyangkal adanya perdagangan senjata, namun hubungan mereka berkembang pesat sejak para pemimpin mereka bertemu pada bulan September di Rusia yang menjanjikan kerja sama militer yang lebih erat.
Presiden Rusia Vladimir Putin dan pemimpin Korea Utara Kim Jong-un bertemu lagi di Pyongyang pada bulan Juni dan menandatangani perjanjian Kemitraan Strategis Komprehensif yang mencakup perjanjian pertahanan bersama.
Para pejabat Korea Selatan mengatakan peluncuran rudal balistik jarak pendek Korea Utara baru-baru ini mungkin dimaksudkan untuk menunjukkan produk mereka kepada pembeli potensial.
Baca Juga: Korea Utara Tembakkan 2 Rudal Balistik usai AS-Korsel-Jepang Latihan Perang Gabungan
Lihat Juga :