Negara Afrika Ini Segera Tutup Pangkalan Militer Prancis
Sabtu, 27 April 2024 - 19:40 WIB
Seruan Gabon untuk mengakhiri operasi militer Prancis adalah yang terbaru dari serangkaian langkah serupa yang dilakukan negara-negara bekas jajahan Prancis lainnya dalam beberapa tahun terakhir. Para pemimpin militer di Burkina Faso, Mali, dan Niger semuanya memutuskan hubungan pertahanan dengan Paris karena diduga gagal memerangi pemberontak jihad di wilayah Sahel dalam misi kontraterorisme selama satu dekade.
Penguasa militer Gabon Jenderal Brice Oligui Nguema, yang memimpin kudeta pada Agustus untuk mencegah Bongo menjalani masa jabatan ketiga setelah 14 tahun berkuasa, bulan lalu menyatakan bahwa dia akan menghormati keputusan DNI. Dia berjanji akan menyerahkan kembali kekuasaan pada Agustus 2025.
Pada dialog nasional selama sebulan, yang dilaporkan dihadiri oleh ribuan orang, termasuk partai oposisi dan pemimpin agama, subkomite lembaga politik mengusulkan agar negara Afrika yang kaya mineral tersebut mengadopsi konstitusi baru.
“Mereka menginginkan konstitusi yang kaku sehingga sulit untuk direvisi. Masyarakat Gabon menginginkan eksekutif, khususnya Presiden Republik, memiliki lebih banyak waktu untuk melaksanakan berbagai program ekonomi dan sosial,” RFI mengutip ketua komite, Telesphore Ondo.
Penguasa militer Gabon Jenderal Brice Oligui Nguema, yang memimpin kudeta pada Agustus untuk mencegah Bongo menjalani masa jabatan ketiga setelah 14 tahun berkuasa, bulan lalu menyatakan bahwa dia akan menghormati keputusan DNI. Dia berjanji akan menyerahkan kembali kekuasaan pada Agustus 2025.
Pada dialog nasional selama sebulan, yang dilaporkan dihadiri oleh ribuan orang, termasuk partai oposisi dan pemimpin agama, subkomite lembaga politik mengusulkan agar negara Afrika yang kaya mineral tersebut mengadopsi konstitusi baru.
“Mereka menginginkan konstitusi yang kaku sehingga sulit untuk direvisi. Masyarakat Gabon menginginkan eksekutif, khususnya Presiden Republik, memiliki lebih banyak waktu untuk melaksanakan berbagai program ekonomi dan sosial,” RFI mengutip ketua komite, Telesphore Ondo.
(ahm)
Lihat Juga :