ISIS Sekarang Bidik Putin, Tak Terima 4 Tersangka Teror Moskow Disiksa
Selasa, 26 Maret 2024 - 08:54 WIB
Posting tersebut juga telah banyak dilihat di saluran Telegram Rusia.
ISIS-K, yang didirikan di Afghanistan pada akhir 2014, mengatakan bahwa mereka berada di balik serangan Jumat malam di gedung konser Balai Kota Crocus.
Empat tersangka asal Tajikistan menghadapi dakwaan terorisme dan semuanya telah mengaku bersalah, menurut kantor berita pemerintah Rusia, TASS.
Mereka hadir di pengadilan, di mana laporan media lokal menyatakan bahwa mereka terlihat telah dipukuli dan disiksa.
Menurut poster ancaman ISIS-K, sebagai protes terhadap penyiksaan dan interogasi terhadap anggota mereka, para militan kelompok tersebut berjanji akan melakukan serangan teroris baru di Rusia.
Versi bahasa Rusia dari pesan yang dibagikan secara luas tersebut diberi judul: "Ancaman bagi semua orang Rusia yang kejam, termasuk Putin".
Pada poster ancaman itu terdapat gambar seorang pria bertopeng yang memegang pisau. Di bawahnya bertuliskan: "Berhati-hatilah, jangan berpikir bahwa kita tidak mempunyai kesempatan untuk membalas dendam terhadap saudara-saudara kami yang disandera."
ISIS-K, yang didirikan di Afghanistan pada akhir 2014, mengatakan bahwa mereka berada di balik serangan Jumat malam di gedung konser Balai Kota Crocus.
Empat tersangka asal Tajikistan menghadapi dakwaan terorisme dan semuanya telah mengaku bersalah, menurut kantor berita pemerintah Rusia, TASS.
Mereka hadir di pengadilan, di mana laporan media lokal menyatakan bahwa mereka terlihat telah dipukuli dan disiksa.
Menurut poster ancaman ISIS-K, sebagai protes terhadap penyiksaan dan interogasi terhadap anggota mereka, para militan kelompok tersebut berjanji akan melakukan serangan teroris baru di Rusia.
Versi bahasa Rusia dari pesan yang dibagikan secara luas tersebut diberi judul: "Ancaman bagi semua orang Rusia yang kejam, termasuk Putin".
Pada poster ancaman itu terdapat gambar seorang pria bertopeng yang memegang pisau. Di bawahnya bertuliskan: "Berhati-hatilah, jangan berpikir bahwa kita tidak mempunyai kesempatan untuk membalas dendam terhadap saudara-saudara kami yang disandera."
Lihat Juga :