5 Alasan Rusia Mengubah Narasi Perang Melawan Ukraina dan NATO

Minggu, 24 Maret 2024 - 20:20 WIB
Gagasan bahwa Rusia tidak benar-benar berperang menjadi mustahil untuk dipertahankan, mengingat besarnya jumlah korban, peningkatan besar dalam belanja pertahanan dan produksi militer, dan frekuensi serangan Ukraina tidak hanya di wilayah perbatasan tetapi juga jauh ke dalam wilayah Rusia.

Putin terus merujuk pada SVO namun semakin menggambarkan konflik di Rusia sebagai perjuangan eksistensial yang serupa dengan yang dilakukan Uni Soviet melawan Nazi Jerman pada Perang Dunia Kedua. Dia menuduh negara-negara Barat menggunakan Ukraina sebagai teater untuk berperang melawan Rusia dengan memasok senjata, uang, dan intelijen.

3. Perlunya Dukungan Nasional



Foto/Reuters

Juru bicara Putin, Dmitry Peskov, mengatakan SVO telah menjadi perang ketika Barat bergabung di pihak Ukraina. Dia mengatakan semua orang perlu memahami hal ini demi “mobilisasi internal” mereka – sebuah ungkapan yang menunjukkan bahwa Kremlin menuntut perubahan pola pikir nasional untuk menggalang dukungan seluruh negara dalam upaya perang.

4. Invasi Lebih Luas ke Wilayah Ukraina



Foto/Reuters

Pergeseran bahasa ini terjadi lima hari setelah Putin memenangkan masa jabatan enam tahun yang baru dalam pemilihan presiden, yang mana dua kandidat yang menentang perang dilarang.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!