5 Strategi Militer Israel Melancarkan Serangan Darat ke Rafah

Senin, 19 Februari 2024 - 19:19 WIB
"Kecil kemungkinan pemerintahan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu akan mengindahkan kritik internasional untuk membatalkan serangan darat di Rafah," kata Avi Melamed, mantan pejabat intelijen Israel dan negosiator dalam intifada atau pemberontakan Palestina pertama dan kedua, pada tahun 1980an dan 2000an, dilansir Reuters.

“Rafah adalah benteng terakhir kendali Hamas dan masih ada batalion di Rafah yang harus dibongkar Israel untuk mencapai tujuannya dalam perang ini,” tambahnya.

3. Fokus pada Pusat Komando dan Terowongan Bawah Tanah



Foto/Reuters

Menteri Pertahanan Yoav Gallant mengatakan pada hari Jumat bahwa Pasukan Pertahanan Israel (IDF) merencanakan operasi di Rafah yang menargetkan pejuang Hamas, pusat komando dan terowongan, meskipun tidak memberikan batas waktu untuk operasi tersebut. Dia menekankan bahwa "langkah-langkah luar biasa" diambil untuk menghindari korban sipil.

“Ada 24 batalion regional di Gaza – kami telah membubarkan 18 di antaranya,” katanya dalam jumpa pers. “Sekarang, Rafah adalah pusat gravitasi Hamas berikutnya.”

Baca Juga: Tentara Israel Tembaki Warga Palestina yang Mengantre Makanan

4. Mengabaikan Nasib Pengungsi



Foto/Reuters
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!