South China Morning Post Sebut Pemilu 2024 Diwarnai Nepotisme
Senin, 19 Februari 2024 - 16:12 WIB
Kontroversi bertambah ketika Gibran menjadi calon wakil presiden 2024. SCMP melaporkan bahwa politikus berusia 36 tahun tersebut tidak memenuhi syarat usia 40 tahun untuk menjadi calon wakil presiden. Tapi, pamannya Ketua Mahkamah Konstitusi Anwar Usman, mengubah aturan tersebut.
"Widodo (Jokowi) adalah tokoh yang populer sebagai presiden. Popularitasnya tinggi hingga 80% dan itu menjadi hal yang sangat menakjubkan bagi pemimpin nasional. Sehingga, orang menyukainya dan itu ingin ditransfer kepada anaknya," ungkap Mathai.
Selanjutnya, Dedi Dinarto dari Global Counsel yang berkantor di Singapura, mengungkapkan Jokowi menganggap Prabowo Subianto dan Gibran merupakan kandidat yang melanjutkan agendanya.
"Tapi masalahnya ketika proposal itu ditolak Megawati sebagai pemimpin PDI-P, yang mendukung Ganjar sebagai calon presiden, dibandingkan dibandingkan sebagai calon wakil presidennya Prabowo," ungkapnya.
"Widodo (Jokowi) adalah tokoh yang populer sebagai presiden. Popularitasnya tinggi hingga 80% dan itu menjadi hal yang sangat menakjubkan bagi pemimpin nasional. Sehingga, orang menyukainya dan itu ingin ditransfer kepada anaknya," ungkap Mathai.
Selanjutnya, Dedi Dinarto dari Global Counsel yang berkantor di Singapura, mengungkapkan Jokowi menganggap Prabowo Subianto dan Gibran merupakan kandidat yang melanjutkan agendanya.
"Tapi masalahnya ketika proposal itu ditolak Megawati sebagai pemimpin PDI-P, yang mendukung Ganjar sebagai calon presiden, dibandingkan dibandingkan sebagai calon wakil presidennya Prabowo," ungkapnya.
(ahm)
Lihat Juga :