China Peringatkan AS Soal Taiwan: Jangan Bermain Api
Kamis, 13 Agustus 2020 - 00:33 WIB
Beijing menegaskan bahwa Taiwan - yang telah memerintah sendiri sejak 1949 - adalah bagian dari "satu China" dan telah berjanji untuk bereaksi dengan kekerasan jika secara resmi mendeklarasikan kemerdekaan.
Pada hari terakhir perjalanan, Azar mengunjungi kuil mendiang presiden Taiwan Lee Teng-hui, memuji perannya dalam mengarahkan transisi pulau itu menuju demokrasi.
Anggota kabinet AS itu menulis pesan belasungkawa untuk Lee, yang meninggal bulan lalu dalam usia 97 tahun.
"Warisan demokrasi Presiden Lee akan selamanya mendorong hubungan AS-Taiwan ke depan," tulis Azar.
Lee adalah sosok yang menjulang dalam sejarah Taiwan baru-baru ini. Dia menentang China dengan mendorong pulau itu diakui sebagai negara yang berdaulat.
Beijing, yang mengklaim Taiwan sebagai wilayahnya sendiri, membenci Lee. Ketika berita kematiannya muncul, media pemerintah China menyebutnya "ayah baptis pemisahan diri Taiwan".
Baik Washington dan Taipei menggambarkan perjalanan Azar sebagai kesempatan untuk belajar dari keberhasilan pertempuran Taiwan melawan virus Corona. Pulau ini memiliki kurang dari 500 infeksi dan hanya tujuh kematian, dibandingkan dengan lebih dari 160.000 kematian di AS.(Baca: Dikritik Soal Penanganan Covid-19, China: AS Jauh Lebih Buruk )
Pada hari terakhir perjalanan, Azar mengunjungi kuil mendiang presiden Taiwan Lee Teng-hui, memuji perannya dalam mengarahkan transisi pulau itu menuju demokrasi.
Anggota kabinet AS itu menulis pesan belasungkawa untuk Lee, yang meninggal bulan lalu dalam usia 97 tahun.
"Warisan demokrasi Presiden Lee akan selamanya mendorong hubungan AS-Taiwan ke depan," tulis Azar.
Lee adalah sosok yang menjulang dalam sejarah Taiwan baru-baru ini. Dia menentang China dengan mendorong pulau itu diakui sebagai negara yang berdaulat.
Beijing, yang mengklaim Taiwan sebagai wilayahnya sendiri, membenci Lee. Ketika berita kematiannya muncul, media pemerintah China menyebutnya "ayah baptis pemisahan diri Taiwan".
Baik Washington dan Taipei menggambarkan perjalanan Azar sebagai kesempatan untuk belajar dari keberhasilan pertempuran Taiwan melawan virus Corona. Pulau ini memiliki kurang dari 500 infeksi dan hanya tujuh kematian, dibandingkan dengan lebih dari 160.000 kematian di AS.(Baca: Dikritik Soal Penanganan Covid-19, China: AS Jauh Lebih Buruk )
Lihat Juga :