5 Pemicu Konflik Ethiopia dan Somila yang Bisa Memicu Perang Baru di Tanduk Afrika
Kamis, 25 Januari 2024 - 13:48 WIB
Baca Juga: 5 Fakta Latar Belakang Konflik Sungai Nil Mesir Vs Ethiopia
Perdana menteri juga menginginkan pangkalan laut untuk angkatan laut Ethiopia, yang telah dibangun kembali dalam beberapa tahun terakhir tetapi saat ini terbatas pada melakukan latihan di danau pedalaman.
Foto/Reuters
Pemerintah Mogadishu menganggap Somaliland sebagai bagian integral Somalia meskipun negara tersebut menikmati otonomi yang efektif.
Meskipun Somaliland mendeklarasikan kemerdekaannya pada tahun 1991, namun belum diakui oleh negara mana pun. Jika Ethiopia melakukan hal ini, hal ini dapat menjadi preseden yang akan diikuti oleh negara-negara lain.
Presiden Somalia Hassan Sheikh Mohamud menandatangani undang-undang yang mengklaim membatalkan perjanjian tersebut, dan pemerintahnya menolak proposal Uni Afrika untuk berdialog dengan Ethiopia, dengan mengatakan bahwa mereka tidak akan melakukan negosiasi mengenai kedaulatannya.
2. Ethiopia Ingin Memiliki Akses Laut
Melansir Reuters, Ethiopia kehilangan akses laut pada awal tahun 1990an ketika provinsinya, Eritrea, memisahkan diri setelah perang selama tiga dekade. Upaya Abiy untuk merebut kembali wilayah tersebut dipandang mendapat dukungan politik yang luas.Perdana menteri juga menginginkan pangkalan laut untuk angkatan laut Ethiopia, yang telah dibangun kembali dalam beberapa tahun terakhir tetapi saat ini terbatas pada melakukan latihan di danau pedalaman.
3. Somalia Mengaku Somaliland bagian Terintegrasi
Foto/Reuters
Pemerintah Mogadishu menganggap Somaliland sebagai bagian integral Somalia meskipun negara tersebut menikmati otonomi yang efektif.
Meskipun Somaliland mendeklarasikan kemerdekaannya pada tahun 1991, namun belum diakui oleh negara mana pun. Jika Ethiopia melakukan hal ini, hal ini dapat menjadi preseden yang akan diikuti oleh negara-negara lain.
Presiden Somalia Hassan Sheikh Mohamud menandatangani undang-undang yang mengklaim membatalkan perjanjian tersebut, dan pemerintahnya menolak proposal Uni Afrika untuk berdialog dengan Ethiopia, dengan mengatakan bahwa mereka tidak akan melakukan negosiasi mengenai kedaulatannya.
Lihat Juga :