Mengenal Mohammad Yusuf Dahlan, Warga Negara Palestina yang Menjadi Agen Israel
Jum'at, 29 Desember 2023 - 23:23 WIB
GAZA - Mohammad Yusuf Dahlan, nama yang menuai daya tarik sekaligus kontroversi. Dia disebut sebagai agen Israel karena kedekatannya dengan negara Zionis. Dia juga menjadi buronan Turki karena mendukung kudeta di negara tersebut.
Mantan pemimpin Fatah di Gaza dan saat ini menjadi penasihat putra mahkota Uni Emirat Arab, Dahlan adalah tokoh berpengaruh dalam komunitas keuangan Timur Tengah. Karier politiknya dan kedekatannya dengan berbagai aktor di wilayah tersebut menjadikannya tokoh protagonis utama dalam lanskap Palestina.
Foto/Reuters
Berasal dari Gaza, Dahlan dipandang sebagai calon pemimpin Palestina di Gaza jika Israel menggulingkan Hamas.
Ia mendapat dukungan dari Israel dan Amerika Serikat, terutama karena ia menerima solusi dua negara sejak dini dan tidak melakukan kekerasan dalam negosiasi dengan Israel. Namun, ia tidak sepopuler Marwan Barghouti, yang dijuluki “Mandela Palestina”, yang saat ini dipenjara di Israel.
Terlepas dari itu, Mohammed Dahlan masih dan akan tetap menjadi tokoh sentral dalam politik Palestina. Pengaruh dan koneksinya yang luas menjadikannya pemain kunci, baik dalam potensi transisi politik di Gaza atau dalam perannya sebagai pengusaha sukses. Latar belakangnya yang tidak biasa dan kemampuannya untuk bernavigasi di antara kubu-kubu yang berbeda menjadikannya sosok yang menarik yang akan terus membangkitkan minat dan perdebatan di tahun-tahun mendatang.
Mantan pemimpin Fatah di Gaza dan saat ini menjadi penasihat putra mahkota Uni Emirat Arab, Dahlan adalah tokoh berpengaruh dalam komunitas keuangan Timur Tengah. Karier politiknya dan kedekatannya dengan berbagai aktor di wilayah tersebut menjadikannya tokoh protagonis utama dalam lanskap Palestina.
Mengenal Mohammad Yusuf Dahlan, Warga Negara Palestina yang Menjadi Agen Israel
1. Calon Pemimpin Gaza jika Israel Mampu MengalahkanHamas
Foto/Reuters
Berasal dari Gaza, Dahlan dipandang sebagai calon pemimpin Palestina di Gaza jika Israel menggulingkan Hamas.
Ia mendapat dukungan dari Israel dan Amerika Serikat, terutama karena ia menerima solusi dua negara sejak dini dan tidak melakukan kekerasan dalam negosiasi dengan Israel. Namun, ia tidak sepopuler Marwan Barghouti, yang dijuluki “Mandela Palestina”, yang saat ini dipenjara di Israel.
Terlepas dari itu, Mohammed Dahlan masih dan akan tetap menjadi tokoh sentral dalam politik Palestina. Pengaruh dan koneksinya yang luas menjadikannya pemain kunci, baik dalam potensi transisi politik di Gaza atau dalam perannya sebagai pengusaha sukses. Latar belakangnya yang tidak biasa dan kemampuannya untuk bernavigasi di antara kubu-kubu yang berbeda menjadikannya sosok yang menarik yang akan terus membangkitkan minat dan perdebatan di tahun-tahun mendatang.
2. Memiliki Jaringan Politik yang Luas
Melansir fatshimetrie, Dahlan memiliki jaringan hubungan yang luas, baik di kalangan politik Palestina maupun di negara tetangga. Pengalamannya sebagai mantan kepala keamanan Otoritas Palestina memungkinkan dia membangun hubungan dengan para pemimpin Hamas, meskipun mereka ditentang.
tulis komentar anda