Siapa Syekh Meshal al-Ahmad al-Sabah? Emir Baru Kuwait dengan Gaya Kepemimpinan Militer

Minggu, 17 Desember 2023 - 18:59 WIB

3. Memperkuat Kerjasama dengan China

Dia mungkin juga ingin memperluas hubungan dengan China karena negara itu ingin memainkan peran yang lebih besar di kawasan ini, terutama setelah Beijing mensponsori kesepakatan yang menormalisasi hubungan antara Iran dan Arab Saudi pada bulan Maret.

Sheikh Meshal menandatangani beberapa perjanjian ekonomi selama kunjungannya ke China pada bulan September, ketika ia menghadiri upacara pembukaan Olimpiade Asia.

4. Memperkuat Hubungan dengan Saudi

“Dia menginginkan stabilitas, dan menekankan pentingnya hubungan Kuwait dengan Arab Saudi pada khususnya,” kata sumber Kuwait, seraya menambahkan bahwa Sheikh Meshal prihatin dengan situasi regional dan takut akan perang di wilayah tersebut.

5. Dikenal sebagai Pemimpin yang Detail

Seorang diplomat Barat menggambarkan Sheikh Meshal sebagai orang yang bangun pagi dengan gaya kerja yang metodis. “Dia memperhatikan detail, terkadang hingga detail yang sangat kecil,” kata diplomat itu.

Meskipun Sheikh Sabah lebih dekat dengan pekerjaan diplomatik, Sheikh Meshal lebih dekat dengan militer.

6. Memiliki Pengalaman Politik yang Luas

Sheikh Meshal adalah wakil kepala Garda Nasional dari tahun 2004-2020 dan kepala Keamanan Negara selama 13 tahun setelah bergabung dengan kementerian dalam negeri pada tahun 1960an. Dia telah ditawari beberapa peran senior di masa lalu tetapi menolaknya, kata para ahli.

Dia bersekolah di Hendon Police College di Inggris dan dianggap membantu mereformasi Garda Nasional.

Syekh Meshal adalah putra ketujuh dari mantan penguasa Ahmed Al-Jaber, dan saudara dari tiga mantan penguasa, Syekh Jaber Al-Ahmad, Syekh Sabah Al-Ahmad, dan Syekh Nawaf Al-Ahmad. Ia menikah dan memiliki lima putra dan tujuh putri.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!