Apakah India Akan Ubah Namanya menjadi Bharat? Ini 4 Kontroversinya
Kamis, 07 September 2023 - 04:09 WIB
Foto/Reuters
Dalam bahasa Inggris raksasa Asia Selatan disebut India, sedangkan dalam bahasa India disebut juga Bharat, Bharata, dan Hindustan.
Pembukaan konstitusi versi bahasa Inggris dimulai dengan kata-kata “Kami, rakyat India…,” dan kemudian di Bagian Pertama dokumen tersebut dinyatakan “India, yaitu Bharat, akan menjadi Persatuan Negara-Negara.”
Dalam bahasa Hindi, konstitusi menggantikan India dengan Bharat di mana-mana, kecuali bagian yang mendefinisikan nama negara tersebut, yang dalam bahasa Hindi berbunyi, “Bharat, yaitu India, akan menjadi Persatuan Negara-Negara.”
Baca Juga: Demi Sukseskan KTT G20, India Hancurkan Ribuan Rumah di Kawasan Kumuh
Foto/Reuters
Mengubah nama India menjadi Bharat saja memerlukan amandemen konstitusi yang harus disetujui oleh dua pertiga mayoritas di kedua majelis parlemen.
Bagi sebagian orang, pemilihan waktu terjadinya kontroversi ini bersifat sugestif.
Insiden ini terjadi hanya beberapa hari setelah pemerintah mengumumkan sidang khusus parlemen selama lima hari yang mengejutkan pada akhir bulan ini, tanpa mengungkapkan agenda apa pun. Langkah tersebut memicu laporan yang belum dikonfirmasi bahwa perubahan nama dapat didiskusikan dan disahkan selama sesi tersebut.
Dalam bahasa Inggris raksasa Asia Selatan disebut India, sedangkan dalam bahasa India disebut juga Bharat, Bharata, dan Hindustan.
Pembukaan konstitusi versi bahasa Inggris dimulai dengan kata-kata “Kami, rakyat India…,” dan kemudian di Bagian Pertama dokumen tersebut dinyatakan “India, yaitu Bharat, akan menjadi Persatuan Negara-Negara.”
Dalam bahasa Hindi, konstitusi menggantikan India dengan Bharat di mana-mana, kecuali bagian yang mendefinisikan nama negara tersebut, yang dalam bahasa Hindi berbunyi, “Bharat, yaitu India, akan menjadi Persatuan Negara-Negara.”
Baca Juga: Demi Sukseskan KTT G20, India Hancurkan Ribuan Rumah di Kawasan Kumuh
3. Perlu Persetujuan Parlemen
Foto/Reuters
Mengubah nama India menjadi Bharat saja memerlukan amandemen konstitusi yang harus disetujui oleh dua pertiga mayoritas di kedua majelis parlemen.
Bagi sebagian orang, pemilihan waktu terjadinya kontroversi ini bersifat sugestif.
Insiden ini terjadi hanya beberapa hari setelah pemerintah mengumumkan sidang khusus parlemen selama lima hari yang mengejutkan pada akhir bulan ini, tanpa mengungkapkan agenda apa pun. Langkah tersebut memicu laporan yang belum dikonfirmasi bahwa perubahan nama dapat didiskusikan dan disahkan selama sesi tersebut.
Lihat Juga :