6 Fakta Kesepakatan dalam KTT AS, Korea Selatan, dan Jepang, Salah Satunya Siap Berperang Melawan China
Sabtu, 19 Agustus 2023 - 20:12 WIB
3. Bersatu Melawan China
Melansir Reuters, tanpa menyebut nama China, Kishida mengatakan, "Upaya sepihak untuk mengubah status quo dengan paksa di Laut China Timur dan Selatan terus berlanjut," sambil menambahkan bahwa ancaman nuklir dan rudal Korea Utara "semakin besar."Yoon mengatakan perjanjian puncak berarti bahwa "setiap provokasi atau serangan terhadap salah satu dari tiga negara kita akan memicu proses pengambilan keputusan dari kerangka trilateral ini dan solidaritas kita akan menjadi lebih kuat dan lebih keras."
Bahasa para pemimpin di China tampak lebih kuat dari yang diharapkan, dan kemungkinan besar akan memicu tanggapan dari Beijing, yang merupakan mitra dagang penting bagi Korea Selatan dan Jepang.
“Mengenai perilaku berbahaya dan agresif yang mendukung klaim maritim yang melanggar hukum yang baru-baru ini kita saksikan oleh Republik Rakyat Cjoma (RRC) di Laut China Selatan, kami menentang keras setiap upaya sepihak untuk mengubah status quo di perairan Indo-Pasifik," kata pernyataan itu.
Juru bicara kedutaan China di Washington, Liu Pengyu, mengatakan komunitas internasional dapat menilai siapa yang meningkatkan ketegangan.
“Upaya untuk menyatukan berbagai kelompok eksklusif dan membawa konfrontasi blok dan blok militer ke Asia-Pasifik tidak akan mendapat dukungan dan hanya akan ditanggapi dengan kewaspadaan dan penentangan dari negara-negara kawasan,” katanya.
Baca Juga: 6 Motif Negara Superpower Berlomba Membangun Tambang di Bulan
4. Membangun Persatuan di Era Baru
Foto/Reuters
KTT Camp David pertama Biden untuk para pemimpin asing dan dia mengatakan tempat yang berhutan telah lama melambangkan "kekuatan awal baru dan kemungkinan baru."
"Jika saya terlihat bahagia, saya bahagia," katanya dalam konferensi pers bersama dengan Kishida dan Yoon, menyebutnya sebagai "era baru" untuk ketiga negara. "Ini pertemuan yang luar biasa, luar biasa."
Biden memuji para pemimpin atas keberanian politik mereka dalam mengejar pemulihan hubungan. Dia berkata bahwa mereka memahami dunia sedang "pada titik belok, di mana kita dipanggil untuk memimpin dengan cara baru, untuk bekerja sama, untuk berdiri bersama."
Lihat Juga :