3 'Pengkhianatan' Erdogan pada Putin dalam Perang Rusia-Ukraina

Jum'at, 14 Juli 2023 - 19:55 WIB
“Tidak ada yang memberi tahu Rusia tentang transfer itu,” kata Peskov merujuk pada pembebasan komandan Resimen Azov.

“Mereka seharusnya tinggal di Turkiye sampai akhir konflik," lanjut Peskov.

3. Mendukung Ukraina Gabung NATO



Pada pekan lalu, Erdogan blakblakan mendukung Ukraina bergabung dengan NATO—langkah yang sangat ditentang Presiden Rusia Vladimir Putin karena ekspansi NATO dianggap sebagai ancaman keamanan bagi Moskow.

Dukungan Erdogan itu disampaikan kepada Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky dalam konferensi pers bersama di Instanbul.

Meski memberi dukungan kepada Kyiv untuk jadi anggota aliansi militer pimpinan Amerika Serikat (AS) tersebut, Erdogan juga mendesak Kyiv untuk kembali ke upaya perdamaian.

“Tidak ada keraguan bahwa Ukraina layak menjadi anggota NATO,” kata Erdogan.

“Perdamaian yang adil tidak akan membuat pecundang,” imbuh pemimpin Turkiye itu.

Zelensky berterima kasih kepada Erdogan atas dukungannya. "Saya berterima kasih atas dukungan integritas dan kedaulatan teritorial Ukraina. Formula perdamaian. Perlindungan negara kami, rakyat kami, dan kepentingan kami,” tulis pemimpin Ukraina itu di Twitter terkait pembicaraannya dengan Erdogan.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!