Remaja Ditembak Mati Polisi, Macron: Tidak Dapat Dimaafkan

Rabu, 28 Juni 2023 - 23:34 WIB
Sebuah video yang dibagikan di media sosial, diverifikasi oleh Reuters, menunjukkan dua petugas polisi di samping mobil, sebuah Mercedes AMG, dengan satu orang menembak pengemudi saat mobil itu menjauh. Dia kemudian meninggal karena luka-lukanya, kata jaksa setempat.

"Anda memiliki video yang sangat jelas: seorang petugas polisi membunuh seorang pemuda berusia 17 tahun. Kami dapat melihat bahwa penembakan itu tidak sesuai aturan," kata Yassine Bouzrou, pengacara keluarga tersebut.

Pihak keluarga korban telah mengajukan tuntutan hukum terhadap petugas atas pembunuhan, keterlibatan dalam pembunuhan dan kesaksian palsu, kata pengacara tersebut.

Dalam sebuah video yang dibagikan di TikTok, seorang wanita yang diidentifikasi sebagai ibu korban menyerukan pawai peringatan di Nanterre pada hari Kamis.

"Semua orang datang, kami akan memimpin pemberontakan untuk anakku," katanya.

Sementara itu anggota parlemen Prancis mengheningkan cipta selama satu menit di Majelis Nasional, di mana Perdana Menteri Elisabeth Borne mengatakan penembakan itu tampak jelas tidak sesuai dengan aturan.

Juru bicara kepolisian nasional mengatakan pembunuhan pada Selasa itu sejauh ini adalah penembakan fatal ketiga saat pemberhentian lalu lintasdi Prancis pada 2023, turun dari rekor tahun lalu 13.

Baca Juga: Rusia Tolak Mentah-mentah Kehadiran Macron di BRICS Summit

Menurut penghitungan Reuters, ada tiga pembunuhan seperti itu pada 2021 dan dua pada 2020, yang menunjukkan mayoritas korban sejak 2017 adalah orang kulit hitam atau keturunan Arab.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!