Presiden Belarusia Konfirmasi Bos Wagner Berada di Negaranya

Selasa, 27 Juni 2023 - 23:00 WIB
Prigozhin memimpin sekitar 25.000 tentara pasukannya untuk memberontak. Pasukan itu dan peralatan militernya melakukan perjalanan dari pangkalan mereka ke kota Rusia Rostov-on-Don, di mana mereka menduduki markas besar militer, berjanji untuk pergi ke Moskow.

Menyusul mediasi Lukashenko, Prigozhin setuju untuk menghentikan eskalasi, mengatakan dia tidak ingin melakukan pembantaian berdarah di tanah airnya dan memerintahkan pasukan Wagner untuk kembali ke markas mereka di Republik Rakyat Lugansk.

Lukashenko, yang telah memerintah Belarusia dengan tangan besi selama 29 tahun sambil mengandalkan subsidi dan dukungan Rusia, menggambarkan pemberontakan tersebut sebagai perkembangan terbaru dalam bentrokan antara Prigozhin dan Menteri Pertahanan Rusia Sergei Shoigu. Perseteruan pribadi mereka yang sudah lama membara kadang-kadang memuncak, dan Prigozhin mengatakan pemberontakan itu bertujuan untuk menggulingkan Shoigu, bukan Putin.

Lukashenko mengatakan dia menempatkan angkatan bersenjata Belarusia pada pijakan tempur saat pemberontakan berlangsung. Dia mengatakan dia telah mendesak Putin untuk tidak terburu-buru dalam menanggapi, menambahkan bahwa konflik dengan Wagner bisa lepas kendali.

Seperti Putin, Lukashenko menggambarkan perang Ukraina sebagai ancaman eksistensial, dengan mengatakan: "Jika Rusia runtuh, kita semua akan binasa di bawah puing-puing."

Baca Juga: Malaysia Siap Evakuasi Warganya dari Rusia Jika Situasi Memburuk

Lukashenko mengatakan tidak ada alasan untuk takut akan kehadiran Wagner di negaranya, meskipun di Rusia baru-baru ini ada insiden narapidana yang direkrut Wagner yang dicurigai melakukan kejahatan kekerasan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!