Demi Selamatkan Burung Langka, Selandia Basmi Semua Tikus

Selasa, 27 Juni 2023 - 15:16 WIB
Baca Juga: 7 Fakta Kota Paris yang Diserbu Jutaan Tikus

Inti dari proyek ini adalah ekologi yang unik. Selandia Baru terpisah dari superbenua kuno 85 juta tahun yang lalu, jauh sebelum munculnya mamalia. Tanpa predator darat, burung dapat bersarang di tanah atau tidak terbang.

Selanjutnya, Selandia Baru adalah daratan besar terakhir yang didiami oleh manusia. Pada abad ke-13 orang Polinesia membawa tikus dan tikus Pasifik. Enam abad kemudian, orang Eropa memperkenalkan mamalia yang lebih besar yang memangsa burung yang tak berdaya. Hampir sepertiga dari spesies asli telah musnah sejak pemukiman manusia.

Pada 1960-an, para konservasionis berhasil membersihkan tikus dari pulau-pulau kecil lepas pantai. Tapi mengatasi predator tidak menjadi fenomena sosial sampai sekitar tahun 2010.

"Tikus melimpah dan menjadi hama nasional," kata James Russell, ahli biologi Universitas Auckland.

Baca Juga: 10 Kota dengan Tikus Terbanyak di Dunia, Ternyata Paris Bukan Nomor 1

Pada tahun 2011 seorang fisikawan selebritas, Sir Paul Callaghan, mempopulerkan impian Selandia Baru bebas predator. Russell dan ahli konservasi muda lainnya berpendapat bahwa hal itu dapat dilakukan, dengan investasi dan mobilisasi yang memadai.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!