5 Fakta Tobol Electronic Warfare System milik Rusia, Nomor 3 Mampu Mengacaukan Satelit Milik Elon Musk

Senin, 05 Juni 2023 - 13:30 WIB
Baca Juga: Senjatanya Digunakan untuk Serang Wilayah Rusia, Belgia Tuntut Penjelasan Ukraina

2. Mengacaukan GPS

Sistem perang elektronik Tobol menargetkan sinyal Global Positioning System (GPS) untuk memutus "sinkronisasi" layanan internet satelit Starlink dengan terminal daratnya.

Zen, sebuah media Rusia, mengutip jurnalis Ukraina Konstantin Ryzhenko yang mengatakan bahwa gangguan Rusia tidak mempengaruhi transmisi data antara satelit Starlink atau terminal darat dengan cara apa pun.

"Sebaliknya, Tobol menargetkan modul GPS yang berkaitan dengan operasi tersinkronisasi terminal dan pesawat ruang angkasa. Penindasan dilakukan di terminal dan bukan di satelit,” demikian laporan tersebut. “Meskipun Starlink tampaknya kebal terhadap sistem perang elektronik pada frekuensi satelit, strukturnya memiliki GPS, yang sayangnya rentan terhadap interferensi elektronik. Jika sinyal GPS macet, Starlink tidak dapat beroperasi," kata Ryzhenko.

Peneliti teknologi perang elektronik Bart Hendrickx menyimpulkan bahwa Tobol bekerja melalui gangguan downlink, di mana sistem tersebut menargetkan sinyal dari satelit ke terminal darat atau stasiun penerima. Bentuk lainnya adalah gangguan uplink di mana sinyal interferensi dicampur dengan siaran asli, yang mendistorsi informasi yang diterima semua pengguna satelit itu.

The Washington Post melaporkan, tidak dapat menunjukkan dengan tepat cara Tobol beroperasi. Kemampuannya telah menjadi misteri selama bertahun-tahun. Secure World Foundation (SWF) telah mengidentifikasi setidaknya tujuh fasilitas Tobol di Rusia, semuanya terletak di sebelah fasilitas yang melacak satelit.

Baca Juga: Ukraina Memulai Serangan Balik terhadap Pasukan Rusia, Ini Prediksi Amerika

3. Satelit Elon Musk Tak Berkutik

Rusia telah mencoba menyabotase akses internet pasukan Ukraina dengan menargetkan operasi satelit Starlink yang didirikan oleh Elon Musk pada awal invasi ke Ukraina.

The Washington Post melaporkan penargetan satelit oleh Rusia dengan teknologi tampaknya lebih canggih dari yang diketahui sebelumnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!