AS dan Negara Baltik Bantah Klaim Putin Setuju Dianeksasi Soviet
Kamis, 23 Juli 2020 - 23:18 WIB
"Rusia berusaha memberi kesan bahwa legitimasi dapat lahir dengan ancaman senjata, penindasan dengan kesepakatan bersama - ini sangat sinis," kata Menteri Luar Negeri Estonia Urmas Reinsalu dalam sebuah pernyataan.
Bulan lalu, Putin menyatakan bahwa memasukkan Lithuania, Latvia, dan Estonia ke dalam Uni Soviet dilaksanakan berdasarkan kontrak, dengan persetujuan dari otoritas terpilih.
"Ini sejalan dengan hukum internasional dan negara pada waktu itu," tambahnya dalam artikel untuk majalah The National Interest.(Baca: Putin: Amandemen Konstitusi Membuat Rusia Hindari Kesalahan Soviet )
Uni Eropa dan NATO menuduh Rusia melakukan kampanye disinformasi untuk mencoba menggoyahkan Barat dengan mengeksploitasi perpecahan di masyarakat. Namun Rusia membantah taktik semacam itu.
Komisi Eropa mengatakan pada bulan Januari bahwa mereka tidak akan mentolerir distorsi fakta-fakta bersejarah setelah Putin menyatakan Polandia berbagi tanggung jawab untuk memulai Perang Dunia Kedua karena berkomplot dalam rencana Jerman Nazi pada tahun 1938 untuk mengoyak Cekoslowakia.
Bulan lalu, Putin menyatakan bahwa memasukkan Lithuania, Latvia, dan Estonia ke dalam Uni Soviet dilaksanakan berdasarkan kontrak, dengan persetujuan dari otoritas terpilih.
"Ini sejalan dengan hukum internasional dan negara pada waktu itu," tambahnya dalam artikel untuk majalah The National Interest.(Baca: Putin: Amandemen Konstitusi Membuat Rusia Hindari Kesalahan Soviet )
Uni Eropa dan NATO menuduh Rusia melakukan kampanye disinformasi untuk mencoba menggoyahkan Barat dengan mengeksploitasi perpecahan di masyarakat. Namun Rusia membantah taktik semacam itu.
Komisi Eropa mengatakan pada bulan Januari bahwa mereka tidak akan mentolerir distorsi fakta-fakta bersejarah setelah Putin menyatakan Polandia berbagi tanggung jawab untuk memulai Perang Dunia Kedua karena berkomplot dalam rencana Jerman Nazi pada tahun 1938 untuk mengoyak Cekoslowakia.
Lihat Juga :