Berseteru dengan Barat, Parlemen Rusia Batalkan Kesepakatan Pengerahan Pasukan

Rabu, 17 Mei 2023 - 00:31 WIB
Pernyataan Ryabkov ditegaskan kembali oleh deputi kunci selama sidang parlemen. Ketua Duma Negara Leonid Slutsky menuduh bahwa perjanjian itu "sudah lama ada hanya di atas kertas," sementara Andrey Kartapolov, ketua komite parlemen Rusia, mengatakan bahwa perjanjian itu telah dianggap usang oleh penempatan infrastruktur militer NATO di negara-negara anggota Eropa Tengah dan Timur seperti dikutip dari The Associated Press, Rabu (17/5/2023).

Dewan Federasi, majelis tinggi yang dikontrol Kremlin Rusia yang umumnya mengesahkan undang-undang yang telah disetujui Duma, dijadwalkan untuk mempertimbangkan penarikan Rusia dari perjanjian itu pada Rabu depan.

Moskow pertama kali mengumumkan niatnya untuk benar-benar menarik diri dari perjanjian tersebut pada awal 2015. Sejak Februari lalu, operasi militer Moskow di Ukraina telah melibatkan ratusan ribu tentara Rusia yang dikirim ke negara itu, yang berbatasan dengan anggota NATO Polandia, Slovakia, Rumania dan Hungaria.

Baca Juga: Bantuan Militer AS ke Ukraina Dapat Mengering pada Juli
(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!