5 Fakta Raja Henry VIII, Raja Inggris yang Mendirikan Gereja Anglikan
Minggu, 30 April 2023 - 11:06 WIB
Pangeran muda ini awalnya tak pernah diharapkan menjadi raja. Hal tersebut berubah ketika kakaknya, Arthur meninggal di usia 15 tahun yang membuat Hendry jadi pewaris tahta.
Setelah kematian ayahnya, Henry dimahkotai pada 24 Juni 1509, ketika usianya menginjak 17 tahun. Dia juga dinikahkan dengan Catherine dari Aragon.
Lantaran tidak menyukai keputusan Paus, Henry memisahkan diri dari Gereja Katolik, mendirikan Gereja Inggrisnya sendiri dan menobatkan dirinya sebagai kepala gereja. Dia menunjuk temannya Thomas Cranmer sebagai Uskup Agung Canterbury, dan membuatnya mengabulkan cerai
Reformasi agama menyebabkan perpecahan yang meluas di Inggris, dengan banyak orang yang tidak menyukai gereja baru tersebut.
Setelah kematian ayahnya, Henry dimahkotai pada 24 Juni 1509, ketika usianya menginjak 17 tahun. Dia juga dinikahkan dengan Catherine dari Aragon.
2. Memulai Revolusi Agama
Setelah istri pertamanya, Catherine, gagal memberikan pewaris laki-laki. Henry merasa frustasi dan pergi ke Paus untuk meminta cerai, tetapi Paus tidak mengizinkannya.Lantaran tidak menyukai keputusan Paus, Henry memisahkan diri dari Gereja Katolik, mendirikan Gereja Inggrisnya sendiri dan menobatkan dirinya sebagai kepala gereja. Dia menunjuk temannya Thomas Cranmer sebagai Uskup Agung Canterbury, dan membuatnya mengabulkan cerai
Reformasi agama menyebabkan perpecahan yang meluas di Inggris, dengan banyak orang yang tidak menyukai gereja baru tersebut.
3. Memiliki Enam Istri
Demi ambisinya untuk mendapatkan anak laki-laki, Henry sampai menikahi enam wanita. Mereka adalah Catherine of Argon, Anne Beleyn, Jane Seymour, Anne of Cleves, Katherine Howard, dan Katherine Parr.Lihat Juga :