Jepang Mulai Persiapkan Evakuasi Warganya dari Sudan
Rabu, 19 April 2023 - 21:30 WIB
Jepang Mulai Persiapkan Evakuasi Warganya dari Sudan. FOTO/Reuters
TOKYO - Kementerian Pertahanan Jepang telah memulai persiapan untuk mengevakuasi warganya dari Sudan di tengah pertempuran mematikan. Hal itu diungkapkan seorang juru bicara pemerintah Jepang, Rabu (19/4/2023).
“Menteri Luar Negeri Jepang meminta Menteri Pertahanan untuk menggunakan pesawat Pasukan Bela Diri untuk evakuasi,” kata Kepala Sekretaris Kabinet Hirokazu Matsuno, seperti dikutip dari Al Arabiya.
Baca juga: WHO: Rumah Sakit di Sudan Kehabisan Staf dan Stok Obat
“Pemerintah akan terus melakukan yang terbaik untuk memastikan keselamatan warga Jepang di Jepang, termasuk keselamatan dan evakuasi warga negara Jepang, bekerjasama erat dengan G7 dan negara-negara besar lainnya,” lanjut Matsuno.
Menurut Mastsuno, sekitar 60 warga negara Jepang berada di Sudan pada hari Rabu. Ia menambahkan, pemerintah dapat menghubungi mereka semua dan tidak ada dari mereka yang terluka.
Sementara itu, misi militer Jerman untuk mengevakuasi sekitar 150 warga Jerman dari Sudan harus dihentikan pada Rabu karena pertempuran di ibu kota Khartoum, majalah berita Spiegel melaporkan mengutip sumber tanpa nama.
“Menteri Luar Negeri Jepang meminta Menteri Pertahanan untuk menggunakan pesawat Pasukan Bela Diri untuk evakuasi,” kata Kepala Sekretaris Kabinet Hirokazu Matsuno, seperti dikutip dari Al Arabiya.
Baca juga: WHO: Rumah Sakit di Sudan Kehabisan Staf dan Stok Obat
“Pemerintah akan terus melakukan yang terbaik untuk memastikan keselamatan warga Jepang di Jepang, termasuk keselamatan dan evakuasi warga negara Jepang, bekerjasama erat dengan G7 dan negara-negara besar lainnya,” lanjut Matsuno.
Menurut Mastsuno, sekitar 60 warga negara Jepang berada di Sudan pada hari Rabu. Ia menambahkan, pemerintah dapat menghubungi mereka semua dan tidak ada dari mereka yang terluka.
Sementara itu, misi militer Jerman untuk mengevakuasi sekitar 150 warga Jerman dari Sudan harus dihentikan pada Rabu karena pertempuran di ibu kota Khartoum, majalah berita Spiegel melaporkan mengutip sumber tanpa nama.
Lihat Juga :