China Tolak Kutuk Invasi Rusia ke Ukraina, G20 Berakhir Deadlock

Minggu, 26 Februari 2023 - 15:09 WIB
Setelah pertemuan G20, Ajay Seth, seorang pejabat senior India, mengatakan dalam konferensi pers bahwa perwakilan Rusia dan China tidak menyetujui kata-kata di Ukraina karena mandat mereka adalah menangani masalah ekonomi dan keuangan.

"Di sisi lain, 18 negara lainnya merasa bahwa perang telah berimplikasi pada ekonomi global" dan perlu disebutkan," tambahnya seperti dilansir dari BBC, Minggu (26/2/2023).

Setelah mengambil peran yang tidak menonjol sejak invasi setahun lalu, Beijing telah meningkatkan upaya diplomasi seputar konflik dalam beberapa pekan terakhir. Diplomat utamanya Wang Yi berkeliling Eropa minggu ini, dengan puncaknya sambutan hangat dari Presiden Rusia Vladimir Putin di Moskow.

China juga minggu ini menerbitkan rencana 12 poin untuk mengakhiri perang di Ukraina, di mana Beijing menyerukan pembicaraan damai dan menghormati kedaulatan nasional. Namun, dokumen 12 poin tersebut tidak secara khusus mengatakan bahwa Rusia harus menarik pasukannya dari Ukraina, dan tidak mengutuk invasi Rusia.

Dokumen China tersebut disambut baik oleh Rusia, mendorong Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden untuk berkomentar: "(Presiden) Putin bertepuk tangan, jadi bagaimana bisa ada gunanya?"

Baca: China Usulkan Rencana Perdamaian, Zelensky Ingin Bertemu Jinping

Sementara itu Kementerian Luar Negeri Rusia mengatakan menyesali fakta bahwa aktivitas G20 terus digoyahkan oleh kolektif Barat dan digunakan dengan cara-cara anti-Rusia.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!