Uji Klinis, Kandidat Vaksin Covid-19 Menghasilkan Imunitas

Kamis, 16 Juli 2020 - 11:12 WIB
Menurut William Schaffner, peneliti vaksin dari Universitas Vanderbilt, hasil yang ditunjukkan vaksin Modern merupakan langkah yang baik. “Itu akan mendukung uji klinis fase kedua dan ketiga,” katanya.

Para pakar menyatakan vaksin merupakan solusi jangka panjang dari pandemi virus corona yang mengakibatkan jutaan orang terinfeksi dan sebanyak 575.000 orang meninggal. Tanpa vaksin, virus corona tetap akan menjadi pandemi. Karena itu, banyak negara dan perusahaan farmasi ikut mengembangkan vaksin corona.

Direktur Institute Nasional untuk Penyakit Infeksi dan Alergi AS Anthony Fauci mengatakan kabar kandidat vaksin yang dikembangkan Moderna merupakan berita baik. “Jika tidak ada dampak serius, vaksin itu mampu membunuh virus atau menghasilkan antibodi,” ujarnya.

Dia mengatakan, jika vaksin itu mampu menghasilkan antibodi, itu adalah pemenangnya. “Itulah kenapa kita senang dengan hasil tersebut,” ungkapnya. (Baca juga: Larang Huawei, Inggris Bantah Dipengaruhi AS)

Saham Moderna langsung naik lebih dari 15% sejak diperdagangkan pada Selasa lalu. Pemerintah AS mendukung pengembangan vaksin Moderna dengan dana sekitar setengah miliar dolar AS.

Moderna mengembangkan vaksin bernama mRNA-1273 dengan menggunakan ribonucleic acid (RNA) yang mampu memproduksi protein. Ketika disuntikkan kepada orang, vaksin itu akan meminta sel memproduksi protein untuk melawan virus corona. Vaksin itu juga akan menganggap virus corona sebagai penyerang asing sehingga respons kebebalan tumbuh semakin meningkat.

Sebelumnya, perusahaan farmasi yang menjalin kemitraan dengan Pemerintah AS akan mulai memproduksi vaksin Covid-19 sekitar satu bulan lagi. Otoritas terkait AS akan menyiapkan seluruh bahan mentah yang dibutuhkan, seragam manufaktur, dan perlengkapan lainnya. AS telah membantu mendanai pengembangan empat calon vaksin Covid-19 melalui Operation Warp Speed Program dan menargetkan jumlah produksi sekitar 300 juta dosis pada 2021.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!