Oposisi Turki Berupaya Batasi Kekuasaan Presiden

Selasa, 31 Januari 2023 - 00:30 WIB
Oposisi berjanji untuk "segera" mengubah konstitusi dan mengakhiri pembatasan kebebasan berkumpul dan demonstrasi yang tidak jelas dan sewenang-wenang. “Kami akan memperkuat kebebasan berpikir, berpendapat, dan berekspresi,” tambahnya.

Erdogan melancarkan pembersihan besar-besaran setelah upaya kudeta gagal pada 2016 yang mengekang banyak kebebasan yang dinikmati di bawah tahun-tahun pertama pemerintahannya yang lebih makmur dan populer secara publik.

Analis memperkirakan bahwa 90 persen media Turki sekarang berada di bawah kendali pemerintah atau sekutu bisnisnya. Ribuan aktivis - banyak dari mereka orang Kurdi - mendekam di penjara atas tuduhan terkait teror yang diyakini oleh kelompok HAM digunakan Erdogan untuk menindak perbedaan pendapat politik.
(esn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!