Kisah Dihilangkannya Gambar Jokowi dari Pameran di Australia

Jum'at, 01 Mei 2015 - 13:11 WIB
Kisah Dihilangkannya...
Kisah Dihilangkannya Gambar Jokowi dari Pameran di Australia
A A A
CANBERRA - Gambar Presiden Indonesia, Joko Widodo (Jokowi) semula terpajang di pameran lukisan National Portrait Gallery di Canberra, Australia, kemarin. Tapi, ketika setelah dua gembong narkoba Bali Nine dieksekusi di Indonesia, gambar Presiden Jokowi tiba-tiba “menghilang” dari pameran itu.

Duo gembong narkoba duo Bali Nine, Andrew Chan, 31, dan Myuran Sukumaran, 34, dieksekusi regu tembak Indonesia Selasa tengah malam atau Rabu dini hari. Duo Bali Nine merupakan dua di antara delapan terpidana mati yang dieksekusi.

Direktur National Portrait Gallery, Angus Trumble, dalam sebuah pernyataan kemarin menjelaskan alasan dihilangkannya gambar Jokowi dari pameran itu.

”Saya rasa kemarin, Rabu pagi, adalah (sensitif) dalam situasi dan kegiatan kami, dan penilaian saya terbaik daripada ada risiko kerusakan pada karya seni, maka itu perlu untuk menghapusnya dari tampilan publik,” katanya.

”Juga, saya terpengaruh oleh pernyataan dari kedua Perdana Menteri (Tony Abbott) dan pemimpin oposisi dan tentu saja posisi parlemen dan penarikan kembali duta besar kami,” lanjut Trumble.

Perdana Menteri Tony Abbott sebelumnya mengatakan bahwa, Australia menyesalkan eskekusi terhadap orang-orang yang seharusnya tidak perlu. Sehingga pihaknya akan memanggil pulang Duta Besar Australia untuk Indonesia, Paul Grigson.

Trumble, seperti dilansir AFP, Jumat (1/5/2015), menambahkan bahwa, penghapusan gambar Jokowi adalah tindakan sementara dan tak ada insiden yang berkaitan dengan pameran lukisan itu. ”Tanggung jawab utama saya adalah mengurus karya-karya dalam koleksi kami dan keselamatan pengunjung kami,” ujarnya.
(mas)
Berita Terkait
Nenek Gembong Narkoba...
Nenek Gembong Narkoba Tak Jadi Dieksekusi di Indonesia, Dipulangkan ke Inggris
Setelah Mary Jane, Indonesia...
Setelah Mary Jane, Indonesia Bakal Bebaskan 5 Gembong Narkoba Bali Nine
China Hukum Mati Gembong...
China Hukum Mati Gembong Narkoba Australia
China Hukum Mati Gembong...
China Hukum Mati Gembong Narkoba Australia, Canberra Marah
Arab Saudi Eksekusi...
Arab Saudi Eksekusi Pria Yordania yang Diklaim Disiksa agar Mengaku Jadi Gembong Narkoba
Terbukti Miliki Sabu...
Terbukti Miliki Sabu 13 Kg dan 2.200 Pil Ekstasi, Terdakwa Niko Rafhika Dituntut Pidana Mati
Berita Terkini
Trump Ungkap 1.000 Rudal...
Trump Ungkap 1.000 Rudal Diarahkan ke Iran Jika Dia Dibunuh
1 jam yang lalu
Rusia Terbuka Jika Turki...
Rusia Terbuka Jika Turki Jual Sistem Pertahanan Udara S-400 ke UEA
3 jam yang lalu
Iran Tegaskan Siap untuk...
Iran Tegaskan Siap untuk Pertahanan Skala Penuh, Trump Sebut Gencatan Senjata Berakhir
4 jam yang lalu
Bicara dengan Presiden...
Bicara dengan Presiden Iran, PM Pakistan Desak AS dan Iran Komitmen pada Pakta Perdamaian
5 jam yang lalu
Israel Menahan Mufti...
Israel Menahan Mufti Agung Yerusalem, Melarangnya Masuk Masjid Al-Aqsa Selama 1 Pekan
6 jam yang lalu
Trump Klaim Iran Minta...
Trump Klaim Iran Minta Lanjutkan Pembicaraan dan AS Setuju
6 jam yang lalu
Infografis
4 Pemicu PM Inggris...
4 Pemicu PM Inggris Mundur, dari Pemberontakan Internal hingga Terlalu Banyak Janji
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved