Kremlin: AS Aneh Minta Vietnam Hentikan Jet Bomber Rusia
Sabtu, 14 Maret 2015 - 10:56 WIB
Kremlin: AS Aneh Minta Vietnam Hentikan Jet Bomber Rusia
A
A
A
MOSKOW - Kremlin menyebut sikap Amerika Serikat (AS) aneh karena minta Vietnam ikut menghentikan manuver pesawat jet pembom Rusia di wilayah Asia-Pasifik. AS beberapa hari lalu minta Vietnam melarang pesawat jet bomber Rusia mengisi bahan bakar di Cam Ranh Bay, bekas pangkalan AS di Vietnam.
Kremlin menolak kekhawatiran AS bahwa manuver pesawat jet pembom Rusia membahayakan wilayah Asia-Pasifik. (Baca: AS Minta Vietnam Ikut Hentikan Jet Bomber Rusia)
”Ini aneh mendengar pernyataan dari seorang perwakilan negara yang angkatan bersenjatanya telah ditempatkan secara permanen di sejumlah negara Asia-Pasifik dan justru terus meningkatkan kegiatan militernya di wilayah itu,” bunyi pernyataan Kementerian Pertahanan Rusia, seperti dilansir Reuters, Sabtu (14/3/2015).
Kementerian itu menegaskan, bahwa Angkatan Udara Rusia dan Vitenam sudah melakukan kerjasama. ”Yang dilakukan sesuai dengan norma-norma internasional yang ketat dan sesuai perjanjian bilateral," lanjut pernyataan kementerian itu.
"Serta tidak diarahkan untuk mengancam siapa pun dan terhadap apa pun. Juga tidak menjadi ancaman bagi perdamaian dan stabilitas di kawasan Asia-Pasifik.”
Pekan lalu, Jenderal AS untuk wilayah Pasifik, Vincent Brooks,mengatakan, manuver pesawat jet bomber Rusia di wilayah udara Samudera Pasifik merupakan aksi provokatif. Untuk itu, dia minta Vietnam ikut membantu mencegah manuver pesawat jet pembom Rusia itu, dengan melarang penggunaan pangkalan Cam Ranh Bay untuk pesawat tempur Rusia.
Kremlin menolak kekhawatiran AS bahwa manuver pesawat jet pembom Rusia membahayakan wilayah Asia-Pasifik. (Baca: AS Minta Vietnam Ikut Hentikan Jet Bomber Rusia)
”Ini aneh mendengar pernyataan dari seorang perwakilan negara yang angkatan bersenjatanya telah ditempatkan secara permanen di sejumlah negara Asia-Pasifik dan justru terus meningkatkan kegiatan militernya di wilayah itu,” bunyi pernyataan Kementerian Pertahanan Rusia, seperti dilansir Reuters, Sabtu (14/3/2015).
Kementerian itu menegaskan, bahwa Angkatan Udara Rusia dan Vitenam sudah melakukan kerjasama. ”Yang dilakukan sesuai dengan norma-norma internasional yang ketat dan sesuai perjanjian bilateral," lanjut pernyataan kementerian itu.
"Serta tidak diarahkan untuk mengancam siapa pun dan terhadap apa pun. Juga tidak menjadi ancaman bagi perdamaian dan stabilitas di kawasan Asia-Pasifik.”
Pekan lalu, Jenderal AS untuk wilayah Pasifik, Vincent Brooks,mengatakan, manuver pesawat jet bomber Rusia di wilayah udara Samudera Pasifik merupakan aksi provokatif. Untuk itu, dia minta Vietnam ikut membantu mencegah manuver pesawat jet pembom Rusia itu, dengan melarang penggunaan pangkalan Cam Ranh Bay untuk pesawat tempur Rusia.
(mas)