AS dan Inggris Pawai Militer di Dekat Wilayah Rusia

Kamis, 26 Februari 2015 - 11:00 WIB
AS dan Inggris Pawai...
AS dan Inggris Pawai Militer di Dekat Wilayah Rusia
A A A
NARVA - Amerika Serikat (AS) dan Inggris pawai kendaraan militer di berbagai ruas jalan di Kota Narva, Estonia. Kota itu sangat dekat dengan Rusia, yakni hanya berjarak sekitar 300 meter dari perbatasan Rusia.

Angkatan Darat AS dan Inggris ramai-ramai pawai kendaraan lapis bajanya. Pawai militer yang dipimpin Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) itu dilakukan setelah separatis pro-Rusia di Ukraina timur meluncurkan serangan di Kota Mariupol.

”Sejarah telah mengajarkan kita bahwa jika kita tidak membela diri, orang lain akan (membantu),” kata Jenderal Riho Terras, Kepala Staf Militer Estonia, saat parade militer.

”Peristiwa di Ukraina telah membuat seluruh dunia terjaga, untuk menunjukkan dengan sangat jelas bahwa kita sendiri yang harus menjaga keamanan,” lanjut Terras.

Menurut Washington Post, Rabu (25/2/2015), selain AS dan Inggris, sejumlah negara anggota NATO seperti Belanda, Spanyol, Latvia dan Lithuania juga mengerahkan ratusan pasukan untuk bergabung dalam pawai militer bersama sekitar 1.300 tentara Estonia.

Estonia, Latvia dan dan Lithuania semula adalah pecahan dari Soviet (musuh NATO selama Perang Dingin). Namun, tiga negara itu pada tahun 2004 berbalik bergabung menjadi anggota NATO. Keputusan itu telah membuat Rusia kecewa.

Perdana Menteri Inggris, David Cameron, mengatakan, bahwa Presiden Rusia, Vladimir Putin kemungkinan bisa memusuhi negara-negara Baltik (Estonia, Latvia dan Lithuania).

Wakil Komandan NATO untuk Eropa, Jenderal Adrian Bradshaw, juga mengatakan, bahwa Rusia bisa saja merebut wilayah dari negara-negara NATO di balik pertempuran yang terjadi di Ukraina.

Lithuania sendiri kemarin mengumumkan akan mengembalikan kebijakan wajib militer bagi pemuda di tengah kekhawatiran meningkatnya aksi Rusia di Ukraina. Namun, beberapa warga etnis-Rusia di negara itu justru khawatir pawai militer NATO akan memancing aksi Rusia.

”Menurut pendapat saya keamanan nasional diledakkan oleh media, itu tidak ada yang serius, semuanya baik-baik saja, tidak ada yang akan menyerang siapa pun,” kata warga setempat di Kota Narva, Yuri Melnikov, 55, kepada AFP.
(mas)
Berita Terkait
Rusia: Krisis Ukraina...
Rusia: Krisis Ukraina akibat Tujuan Kebijakan Amerika Serikat
Hubungan Amerika Serikat...
Hubungan Amerika Serikat dan Ukraina Dikabarkan Retak
Perbandingan Wagner...
Perbandingan Wagner Rusia dan Blackwater Amerika Serikat
Survei: Warga Amerika...
Survei: Warga Amerika Serikat Makin Ragu Dukung Ukraina
4 Senjata Ukraina yang...
4 Senjata Ukraina yang Dipasok oleh Amerika Serikat
Pejabat Rusia yang Dilarang...
Pejabat Rusia yang Dilarang Masuk ke Amerika Serikat
Berita Terkini
Jenazah Ayatollah Khamenei...
Jenazah Ayatollah Khamenei Akan Dimakamkan pada 9 Juli
20 menit yang lalu
PM Pakistan: Perjanjian...
PM Pakistan: Perjanjian Damai Iran dan AS Terwujud dalam 24 Jam Mendatang
1 jam yang lalu
3 Alasan Provinsi Alberta...
3 Alasan Provinsi Alberta Ingin Tinggalkan Kanada dan Bergabung dengan AS
2 jam yang lalu
Pasukan Elite AS Siapkan...
Pasukan Elite AS Siapkan Skenario Caplok Uranium Iran, tapi Kenapa Tidak Dilaksanakan?
3 jam yang lalu
Promosikan Startup ke...
Promosikan Startup ke Dunia, Indonesia Gabung London Tech Week
4 jam yang lalu
Tak Ingin Bernasib seperti...
Tak Ingin Bernasib seperti Ukraina, Polandia Operasikan Jet Tempur Siluman
4 jam yang lalu
Infografis
Perang AS-Israel vs...
Perang AS-Israel vs Iran Telah Mengungkap Kelemahan Militer Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved