Gencatan Senjata Dilanggar, Ukraina Minta Rusia Dihukum

Rabu, 18 Februari 2015 - 11:51 WIB
Gencatan Senjata Dilanggar,...
Gencatan Senjata Dilanggar, Ukraina Minta Rusia Dihukum
A A A
KIEV - Pemerintah Ukraina meminta negara-negara Barat dan masyarkat dunia untuk menghkum Rusia dan separatis pro-Moskow di Ukraina timur. Alasannya, kubu separatis telah melanggar gencatan senjata.

Presiden Ukraina, Petro Poroshenko, dalam percakapan telepon dengan Kanselir Jerman, Angela Merkel, mengatakan serangan separatis di Debaltseve adalah "serangan sinis" terhadap gencatan senjata yang difasilitasi Jerman dan Prancis di Minsk, Belarusia, pekan lalu.

Porosheno menyerukan Uni Eropa dan masyarakat internasional untuk mengambil, “(berupa) reaksi keras terhadap tindakan berbahaya yang dilakukan separatis dan Rusia.” (Baca juga: Putin: Barat Sudah Memasok Senjata ke Ukraina)

Namun, kubu separatis mengatakan, bahwa wilayah Debaltseve, yang menghubungkan Donetsk dan Luhansk (dua wilayah yang dikuasai separatis pro-Rusia), adalah wilayah mereka sehingga tidak dimasukkan dalam peta perjanjian gencatan senjata.

Sebaliknya, Ukraina berdalih, wilayah Debaltsve adalah wilayah mereka. Penembakan intens terdengar di daerah Debaltseve pada Selasa kemarin.

Pejabat Ukraina, seperti dilansir AFP, Rabu (18/2/2015), mengakui, bahwa pemberontak pro-Rusia telah mengambil bagian dari kota di Ukraina timur dan mengepung beberapa unit tentara Kiev. Namun, pertempuran sampai saat ini masih berlangsung.

”Harapan dunia untuk perdamaian sedang hancur,” kata Wakil Kepala Administrasi Kepresidenan Ukraina, Valeriy Chaly. Wakil Presiden Amerika Serikat, Joe Biden sangat mengutuk kekerasan di Ukraina timur. Dia memperingatkan Rusia untuk menerima sanksi lebih, ”jika perjanjian damai di Minsk terus dilanggar.”
(mas)
Berita Terkait
Efek Ekonomi Krisis...
Efek Ekonomi Krisis Rusia Vs Ukraina
Situasi Energi Ukraina...
Situasi Energi Ukraina Memburuk, Gelap Gulita Dilanda Krisis Listrik
Putin: Ekonomi Rusia...
Putin: Ekonomi Rusia Ungguli Banyak Anggota G20 Meski Ada Sanksi
Rusia: Krisis Ukraina...
Rusia: Krisis Ukraina akibat Tujuan Kebijakan Amerika Serikat
Apa yang Diinginkan...
Apa yang Diinginkan Putin dalam Mengakhiri Krisis Ukraina?
Putin: Krisis Ukraina...
Putin: Krisis Ukraina Disebabkan oleh Upaya Barat Pertahankan Hegemoni
Berita Terkini
Negara Anggota NATO...
Negara Anggota NATO Ini Mengalami Kemandulan Kemampuan Militer Terburuk
10 menit yang lalu
Kim Jong-un Perintahkan...
Kim Jong-un Perintahkan AL Korut Produksi Kapal Perusak dan Senjata Bawah Air Rahasia
1 jam yang lalu
Mojtaba Khamenei Murka!...
Mojtaba Khamenei Murka! Kuwait dan Bahrain Dihujani Drone dan Rudal Iran
2 jam yang lalu
Putin: Serangan Rudal...
Putin: Serangan Rudal Hipersonik Oreshnik Rusia terhadap Ukraina Hanya Tes, Belum Skala Penuh
3 jam yang lalu
Ini Daftar Negara yang...
Ini Daftar Negara yang Hukum Mati dan Rampas Aset Koruptor, Bagaimana dengan Indonesia?
3 jam yang lalu
Ironi Kekayaan Raja...
Ironi Kekayaan Raja Thailand Vajiralongkorn Rp778 Triliun: Hampir 3 Kali Anggaran MBG, tapi Pewarisnya Tak Jelas
4 jam yang lalu
Infografis
Perbandingan Gaji Tentara...
Perbandingan Gaji Tentara AS dengan Rusia, China, dan Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved