Gempur Sarang Oposisi, Rezim Suriah Tewaskan 82 Orang
Jum'at, 06 Februari 2015 - 19:25 WIB
Gempur Sarang Oposisi, Rezim Suriah Tewaskan 82 Orang
A
A
A
DAMASKUS - Militer rezim Suriah meluncurkan puluhan serangan ke sarang oposisi di dekat Damaskus. Sebanyak 82 orang tewas.
Obeservatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia pada Jumat (6/2/2015) mengatakan, serangan kali ini merupakan serangan paling mematikan dari rezim Suriah yang dipimpin Presiden Bashar al-Assad sejak November 2014 lalu.
Menurut Observatorium, korban baru dalam serangan udara yang berlangung pada Kamis kemarin di wilayah Ghouta Timur, juga menewaskan 18 anak-anak. Sedangkan dari kubu oposisi atau pemberontak sebanyak 16 orang tewas.
Kelompok pemantau yang berbasis di Inggris itu mencatat serangan udara rezim Suriah diluncurkan lebih dari 60 kali.
Serangan rezim Suriah terjadi setelah kelompok pemberontak di Ghouta Timur menembakkan rentetan 120 mortir dan roket ke Damaskus. Serangan itu, seperti dilansir Al Arabiya, juga menewaskan 10 orang, termasuk di dalamnya anak-anak.
Kelompok-kelompok HAM menuduh itu perang sipil di Suriah sudah tidak pandang bulu. Karena warga sipil juga jadi target. Lebih dari 200 ribu orang tewas dalam konflik Suriah, yang awalnya dimulai dengan protes anti-pemerintah pada Maret 2011 dan meningkat menjadi perang saudara.
Obeservatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia pada Jumat (6/2/2015) mengatakan, serangan kali ini merupakan serangan paling mematikan dari rezim Suriah yang dipimpin Presiden Bashar al-Assad sejak November 2014 lalu.
Menurut Observatorium, korban baru dalam serangan udara yang berlangung pada Kamis kemarin di wilayah Ghouta Timur, juga menewaskan 18 anak-anak. Sedangkan dari kubu oposisi atau pemberontak sebanyak 16 orang tewas.
Kelompok pemantau yang berbasis di Inggris itu mencatat serangan udara rezim Suriah diluncurkan lebih dari 60 kali.
Serangan rezim Suriah terjadi setelah kelompok pemberontak di Ghouta Timur menembakkan rentetan 120 mortir dan roket ke Damaskus. Serangan itu, seperti dilansir Al Arabiya, juga menewaskan 10 orang, termasuk di dalamnya anak-anak.
Kelompok-kelompok HAM menuduh itu perang sipil di Suriah sudah tidak pandang bulu. Karena warga sipil juga jadi target. Lebih dari 200 ribu orang tewas dalam konflik Suriah, yang awalnya dimulai dengan protes anti-pemerintah pada Maret 2011 dan meningkat menjadi perang saudara.
(mas)