Jualan Kartun Nabi, Charlie Hebdo Cetak 7 Juta Eksemplar

Senin, 19 Januari 2015 - 10:55 WIB
Jualan Kartun Nabi,...
Jualan Kartun Nabi, Charlie Hebdo Cetak 7 Juta Eksemplar
A A A
PARIS - Majalah satire Prancis, Charlie Hebdo, semakin gila-gilaan dalam “menjual” majalah edisi terbarunya dengan sampul kartun Nabi Muhammad. Majalah itu, total sudah mencetak 7 juta eksemplar.

Jumlah oplah majalah satire pemicu kemarahan umat Islam di seluruh dunia itu tidak wajar. Sebab, sebelum kantor majalah itu jadi sasaran teror berdarah dengan korban tewas 12 orang pada 7 Januari 2015 lalu, oplah majalah itu hanya sekitar 60 ribu eksemplar.

Majalah itu bersampul kartun Nabi Muhammad yang digambarkan membawa tanda bertuliskan “Saya Charlie” dalam bahasa Prancis. Judul majalah itu, berbunyi “Semua Diampuni”. (Baca: Erdogan: Charlie Hebdo Bukan Kebebasan tapi Pengundang Teror)

Majalah itu laku keras tidak hanya di Prancis, tapi juga di Jerman. Menurut laporan CNN Money, salinan majalah itu begitu cepat terjual habis di kota-kota besar di Jerman, seperti Berlin dan Hamburg.

”Kita bisa memesan 500 eksemplar, dan akan terjual habis,” kata seorang pengelola vendor di stasiun kereta api utama di Stuttgart kepada kantor berita Jerman, DPA. (Baca juga: Dituding Lecehkan Agama, Ini Pembelaan Pemred Charlie Hebdo)

Distributor utama majalah Charlie Hebdo,MLM, mengkonfirmasi bahwa majalah satire itu telah mencetak hingga 7 juta eksemplar. Pihak MLM mengaku kewalahan memenuhi permintaan pelanggan yang meningkat drastis.

Semula majalah itu mencatak 1 juta eksemplar yang disebarkan pada Rabu pekan lalu. Kemudian cetak lagi 3 hingga 5 juta eksemplar pada hari berikutnya. Pada Sabtu (17/1/2015) pekan lalu, MLM, mengatakan, yang terbaru majalah itu telah meningkatkan oplahnya hingga 7 juta eksemplar.

Surat kabar Prancis, Le Figaro menyebut hal itu sebagai “rekor dalam sejarah pers Prancis.” Michel Salion, juru bicara MLP, mengatakan kepada CNN, bahwa masih terlalu dini untuk menyebut berapa banyaknya uang yang diperoleh dari hasil penjualan majalah satire itu.
(mas)
Berita Terkait
Lyon Jadi Pelabuhan...
Lyon Jadi Pelabuhan Baru Jerome Boateng
8 Bukti Prancis Kehilangan...
8 Bukti Prancis Kehilangan Pengaruh Neokolonialisme di Afrika
Prancis Imbau Warganya...
Prancis Imbau Warganya Segera Tinggalkan Pakistan
Pelaku Penyanderaan...
Pelaku Penyanderaan di Bank Prancis Masuk dalam Daftar Pemantauan
Gerakan Boikot Produk...
Gerakan Boikot Produk Prancis Raih Momentum di Bangladesh
5 Alasan PM Prancis...
5 Alasan PM Prancis Sebastien Lecornu Mundur, dari Defisit Anggaran hingga Rasio Utang Capai 113 Persen
Berita Terkini
3 Tentara AS Tewas Diserang...
3 Tentara AS Tewas Diserang Rudal Iran, Trump Salahkan Yordania
15 menit yang lalu
Iran Berhasil Serang...
Iran Berhasil Serang Situs CIA, Amerika Curiga Rusia Terlibat
40 menit yang lalu
Jika Arab Saudi Punya...
Jika Arab Saudi Punya Senjata Nuklir, Kenapa Banyak Negara Khawatir?
2 jam yang lalu
4 Fakta Gunung Pickaxe,...
4 Fakta Gunung Pickaxe, Fasilitas Rahasia Nuklir Iran yang Jadi Target Serangan AS
2 jam yang lalu
Siapa Khalil al-Hayya?...
Siapa Khalil al-Hayya? Pemimpin Baru Hamas yang Dikenal sebagai Tangan Kanan Iran di Gaza
4 jam yang lalu
Presiden Zelensky Akan...
Presiden Zelensky Akan Memiliki Pesaing Politik yang Kuat, Ini 5 Pemicunya
6 jam yang lalu
Infografis
10 Pesawat Militer Termahal...
10 Pesawat Militer Termahal di Dunia, Harga 7 Bomber B-2 Hampir Setara Anggaran MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved