Lawan Teror Paris, 3,7 Juta Muslim dan Yahudi Beraksi Diam

Senin, 12 Januari 2015 - 09:07 WIB
Lawan Teror Paris, 3,7...
Lawan Teror Paris, 3,7 Juta Muslim dan Yahudi Beraksi Diam
A A A
PARIS - Pawai diam bersejarah untuk mengutuk teror di Paris diikuti sekitar 3,7 juta orang di seluruh dunia, termasuk komunitas Muslim dan Yahudi. Mereka beraksi bersama para pemimpin dunia.

Aksi besar-besaran bersejarah ini menyamai rekor aksi pembebasan Paris dari Nazi Jerman pada tahun 1944.

Presiden Prancis, Francois Hollande muncul bersama pemimpin dari berbagai negara, seperti Jerman, Italia, Turki, Inggris, Israel hingga Palestina.

Sebanyak 17 orang, termasuk wartawan dan polisi, tewas dalam teror di Paris selama tiga hari berturut-turut. Teror berdarah dimulai dari serangan terhadap kantor majalah satir Charlie Hebdo, yang dikenal membuat kartun satir untuk mengolok-olok para pemimpin politik dan pemimpin seluruh agama.

Dalam aksi itu, sebuah surat raksasa melekat pada sebuah patung di alun-alun Paris dengan tulisan "Pourquoi?" (Mengapa?).

”Paris hari ini adalah ibu kota dunia. Seluruh negara akan bangkit dan menunjukkan sisi terbaiknya,” kata Hollande, seperti dikutip Reuters, Senin (12/1/2015).

Kementerian Dalam Negeri Prancis, mengatakan, setidaknya 3,7 juta orang ambil bagian dalam aksi diam. Sebanyak 1,2 juta hingga 1,6 juta orang berbaris di Paris. Sedangkan sekitar 2,5 juta beraksi di berbagai kota lain di Prancis.

Para penyerang di Paris diketahui dua bersaudara keturunan Aljazair kelahiran Prancis. Mereka beraksi dengan dalih membela kehormatan Nabi Muhammad yang dihina majalah Charlie Hebdo dengan kartun-kartun satirnya.

Kanselir Jerman, Angela Merkel, Perdana Menteri Inggris, David Cameron dan Perdana Menteri Italia, Matteo Renzi tampak di antara 44 pemimpin dunia yang melakukan aksi diam. Renzi mengatakan perang melawan terorisme akan dimenangkan oleh Eropa dari sisi politik dan ekonomi.

”Yang paling penting adalah nilai-nilai, budaya, cita-cita Eropa, dan itulah alasan kami berada di sini,” kata Renzi. PM Israel, Benjamin Netanyahu dan Presiden Otoritas Palestina, Mahmoud Abbas juga hadir.

”Dengan cara yang sama bahwa dunia beradab berdiri hari ini dengan Prancis melawan teror, sehingga harus berdiri dengan Israel melawan teror,” kata Netanyahu.
(mas)
Berita Terkait
Lyon Jadi Pelabuhan...
Lyon Jadi Pelabuhan Baru Jerome Boateng
8 Bukti Prancis Kehilangan...
8 Bukti Prancis Kehilangan Pengaruh Neokolonialisme di Afrika
Prancis Imbau Warganya...
Prancis Imbau Warganya Segera Tinggalkan Pakistan
Pelaku Penyanderaan...
Pelaku Penyanderaan di Bank Prancis Masuk dalam Daftar Pemantauan
Gerakan Boikot Produk...
Gerakan Boikot Produk Prancis Raih Momentum di Bangladesh
5 Alasan PM Prancis...
5 Alasan PM Prancis Sebastien Lecornu Mundur, dari Defisit Anggaran hingga Rasio Utang Capai 113 Persen
Berita Terkini
Profil Sheikh Hamad...
Profil Sheikh Hamad bin Khalifa Al Thani, Sosok di Balik Lompatan Qatar dari Negara Gurun Menjadi Raksasa Kaya Dunia
19 menit yang lalu
Kronologi Venezuela...
Kronologi Venezuela Simpan 31 Ton Emas di Bank of England tapi Tak Bisa Diambil
38 menit yang lalu
AS Perluas Serangan...
AS Perluas Serangan terhadap Iran, Pengeboman 90 Menit Sebabkan Ledakan di Mana-mana
1 jam yang lalu
2 Jenderal Militer Ditangkap...
2 Jenderal Militer Ditangkap karena Korupsi Proyek Senilai Rp1,2 Triliun
2 jam yang lalu
Zelensky Pecat Menhan...
Zelensky Pecat Menhan Ukraina di Tengah Perang Melawan Rusia, Menhan ke-4 yang Didepak
2 jam yang lalu
Meski Sedang Perang,...
Meski Sedang Perang, Trump Puji Iran karena Bebaskan Warga AS dari Penjara
3 jam yang lalu
Infografis
Perbandingan Jumlah...
Perbandingan Jumlah Muslim antara India, Pakistan, dan Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved