AS Mengaku Berupaya Redakan Ketegangan Palestina-Israel
Sabtu, 13 Desember 2014 - 13:10 WIB
AS Mengaku Berupaya Redakan Ketegangan Palestina-Israel
A
A
A
WASHINGTON - Amerika Serikat (AS) nampaknya masih diliputi kebimbangan soal apakah mereka akan mendukung Palestina saat negara tersebut mengajukan resolusi di Dewan Keamanan (DK) PBB, atau tetap mendukung Israel dengan memveto resolusi tersebut.
Melansir Al Arabiya, Sabtu (13/12/2014), Menteri Luar Negeri AS John Kerry menyatakan, AS hanya akan berusaha meredakan ketegangan yang ada saat ini diantara kedua belah pihak, tanpa memberikan rincian apakah mereka akan mendukung Palestina atau Israel.
"Kami sedang berusaha untuk mencari cara untuk membantu meredakan ketegangan dan mengurangi potensi konflik yang lebih besar dan kami akan mengeksplorasi berbagai kemungkinan untuk itu," ucap Kerry, ketika ditanya apakah AS akan mendukung resolusi Palestina atau tidak oleh media setempat.
Dirinya menegaskan, AS hanya akan melihat solusi terbaik yang tidak merugikan salah satu pihak. “Ada banyak pandangan yang berbeda di sana, dan saat ini kami sedang berusaha untuk menarik semua kepada satu pandangan yang sama,” ungkapnya.
Kerry sendiri dijadwalkan akan bertemu Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Presiden otoritas Palestina Mahmoud Abbas di Roma pada pekan depan. Dalam kedua pertemuan terpisah itu, banyak pihak meyakini resolusi Palestina di DK akan menjadi fokus utama pembicaraan.
Melansir Al Arabiya, Sabtu (13/12/2014), Menteri Luar Negeri AS John Kerry menyatakan, AS hanya akan berusaha meredakan ketegangan yang ada saat ini diantara kedua belah pihak, tanpa memberikan rincian apakah mereka akan mendukung Palestina atau Israel.
"Kami sedang berusaha untuk mencari cara untuk membantu meredakan ketegangan dan mengurangi potensi konflik yang lebih besar dan kami akan mengeksplorasi berbagai kemungkinan untuk itu," ucap Kerry, ketika ditanya apakah AS akan mendukung resolusi Palestina atau tidak oleh media setempat.
Dirinya menegaskan, AS hanya akan melihat solusi terbaik yang tidak merugikan salah satu pihak. “Ada banyak pandangan yang berbeda di sana, dan saat ini kami sedang berusaha untuk menarik semua kepada satu pandangan yang sama,” ungkapnya.
Kerry sendiri dijadwalkan akan bertemu Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Presiden otoritas Palestina Mahmoud Abbas di Roma pada pekan depan. Dalam kedua pertemuan terpisah itu, banyak pihak meyakini resolusi Palestina di DK akan menjadi fokus utama pembicaraan.
(esn)