Rusia dan AS Bantu Pencarian Korban Kapal Oryong

Rabu, 03 Desember 2014 - 19:53 WIB
Rusia dan AS Bantu Pencarian...
Rusia dan AS Bantu Pencarian Korban Kapal Oryong
A A A
JAKARTA - Pencarian korban kapal ikan Oryong 501 milik Korea Selatan (Korsel) yang tenggelam awal pekan ini, masih terus dilakukan di wilayah perairan Bering, Rusia. Menurut juru bicara Kementerian Luar Negeri Indonesia (Kemlu), Michael Tene, ada 35 WNI yang menjadi Anak Buah Kapal (ABK) di kapal nahas itu.

Tene, pada Rabu (3/12/2014), menyatakan, belum ada perkembangan berarti dalam proses pencarian korban kapal tersebut. Hingga kini, baru delapan ABK, dari total 60 ABK yang berhasil diselematkan. Tiga dari delapan ABK tersebut adalah WNI.

Kabar terkini menyebutkan, tim penyelamat kembali berhasil menemukan dua orang korban, namun dalam keadaan tidak bernyawa. "Ditemukan dua jenazah dalam proses pencarian semenjak kemarin, salah satunya diduga adalah ABK asal Indonesia," ucap Tene saat menemui awak media di komplek Kemlu di Jakarta.

Dirinya juga mengatakan, dalam pencarian tersebut tim pencari dari Rusia mendapat bantuan dari pemerintah Amerika Serikat (AS), yang mengirimkan tim penjaga pantai mereka, dan juga dari pemerintah Korsel, selaku negara asal kapal nahas tersebut.

Kemlu sendiri, melalui perwakilan Indonesia di Rusia, sedang berusaha untuk mencapai kota terdekat dari lokasi kecelakaan tersebut, yang berjalan 10 jam perjalanan udara dari Moskow.
(esn)
Berita Terkait
China Tuding Amerika...
China Tuding Amerika Serikat Kacaukan Semenanjung Korea
Rusia-Korea Utara Mesra,...
Rusia-Korea Utara Mesra, AS, Korea Selatan, Jepang Waswas
Korea Utara Marah Korea...
Korea Utara Marah Korea Selatan dan Amerika Serikat Mulai Latihan Militer
Terungkap! Korea Selatan...
Terungkap! Korea Selatan Galau Kirim Senjata ke Ukraina
Kim Yo-jong: Amerika...
Kim Yo-jong: Amerika Serikat dan Korea Selatan Latihan Perang Nuklir
Korea Selatan dan AS...
Korea Selatan dan AS Makin Khawatir, Korea Utara Kini Resmi Memiliki Aliansi Militer
Berita Terkini
Apa Itu Kokushobi? Cuaca...
Apa Itu Kokushobi? Cuaca Ekstrem yang Terjadi Pertama Kalinya di Jepang
33 menit yang lalu
Anggaran Perang AS Membengkak,...
Anggaran Perang AS Membengkak, Pakar Militer Ini Sebut Pentagon Kurang Transparan
1 jam yang lalu
Sistem Pertahanan Udara...
Sistem Pertahanan Udara Sudah Diaktifkan, tapi Belum Ada Serangan AS ke Teheran
2 jam yang lalu
CIA Akui Agresi AS ke...
CIA Akui Agresi AS ke Iran Gagal Total, Ini 4 Indikatornya
3 jam yang lalu
Terowongan Runtuh Akibat...
Terowongan Runtuh Akibat Ledakan Pipa Gas di India, 12 Orang Tewas
4 jam yang lalu
Presiden Zelensky Pecat...
Presiden Zelensky Pecat Panglima Militer Ukraina, Rusia Untung Besar!
5 jam yang lalu
Infografis
5 Alasan Perdamaian...
5 Alasan Perdamaian Amerika Serikat dan Iran Sulit Terwujud
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved