PBB Desak Israel dan Palestina Lanjutan Pembicaraan Damai
Selasa, 25 November 2014 - 19:25 WIB
PBB Desak Israel dan Palestina Lanjutan Pembicaraan Damai
A
A
A
NEW YORK - Kekerasan dan ketegangan yang terus menyelimuti Yerusalem telah menimbulkan semakin banyaknya jumlah korban. Kondisi ini membuat PBB mulai bertindak. Para pejabat tinggi PBB menyerukan kepada Israel dan Palestina untuk segera melanjutkan pembicaraan damai, sebagai salah satu langkah untuk menghentikan sirkulasi kekerasan di Yarusalem.
“Sebagai bentuk solidaritas terhadap bangsa Palestina, kami menyerukan agar Israel dan Palestina mengindahkan perbedaan yang ada dan mau kembali melanjutkan pembicaan damai, demi menghentikan kekerasan di Yarusalem,” ucap para pejabat PBB, seperti dilansir Xinhua, Selasa (25/11/2014).
Namun, PBB juga menyadari, jalan menuju perdamaian sejati antara Palestina dan Israel akan sangat sulit dan berliku. Mengingat upaya yang sudah berjalan selama beberapa dekade terakhir ini belum pernah sekalipun membuahkan hasil yang menggembirkan.
"Sayangnya, jalan untuk menuju perdamaian sejati antara Israel dan Palestina masih sangat jauh dan belum menemui kejelasan,” ungkap Sam Kutesa, presiden sesi ke-69 Majelis Umum PBB, pada pertemuan khusus Komite PBB tentang hak-hak mutlak Rakyat Palestina yang digelar kemarin.
Pertemuan ini digelar di markas Besar PBB, di New York untuk menandai Hari Internasional Solidaritas untuk Rakyat Palestina. Dirinya menyatakan, hubungan kedua negara nampaknya semakin hari semakin menjauh, dan itu semakin mempersulit upaya damai kedua negara.
Namun, dirinya tetap yakin kedua negara akan bisa berdamai. Kuteas menegaskan, untuk mewujudkan hal tersebut, dunia internasional harus terus mendorong kedua belah untuk kembali ke meja perundingan.
“Sebagai bentuk solidaritas terhadap bangsa Palestina, kami menyerukan agar Israel dan Palestina mengindahkan perbedaan yang ada dan mau kembali melanjutkan pembicaan damai, demi menghentikan kekerasan di Yarusalem,” ucap para pejabat PBB, seperti dilansir Xinhua, Selasa (25/11/2014).
Namun, PBB juga menyadari, jalan menuju perdamaian sejati antara Palestina dan Israel akan sangat sulit dan berliku. Mengingat upaya yang sudah berjalan selama beberapa dekade terakhir ini belum pernah sekalipun membuahkan hasil yang menggembirkan.
"Sayangnya, jalan untuk menuju perdamaian sejati antara Israel dan Palestina masih sangat jauh dan belum menemui kejelasan,” ungkap Sam Kutesa, presiden sesi ke-69 Majelis Umum PBB, pada pertemuan khusus Komite PBB tentang hak-hak mutlak Rakyat Palestina yang digelar kemarin.
Pertemuan ini digelar di markas Besar PBB, di New York untuk menandai Hari Internasional Solidaritas untuk Rakyat Palestina. Dirinya menyatakan, hubungan kedua negara nampaknya semakin hari semakin menjauh, dan itu semakin mempersulit upaya damai kedua negara.
Namun, dirinya tetap yakin kedua negara akan bisa berdamai. Kuteas menegaskan, untuk mewujudkan hal tersebut, dunia internasional harus terus mendorong kedua belah untuk kembali ke meja perundingan.
(esn)