Dipenggal ISIS, Sotloff Jurnalis Humoris dan Mahir Bahasa Arab

Rabu, 03 September 2014 - 10:04 WIB
Dipenggal ISIS, Sotloff...
Dipenggal ISIS, Sotloff Jurnalis Humoris dan Mahir Bahasa Arab
A A A
WASHINGTON - Jurnalis Amerika Serikat (AS) kedua yang dipenggal algojo ISIS, Steven Sotloff dikenal sebagai jurnalis yang humoris dan mahir berbahasa Arab.

Kemahirannya berbahasa Arab, dan sikapnya yang sopan menjadi modal baginya untuk melakukan pendekatan dalam konlik Timur Tengah yang sangat sensitif.

Penilaian sosok Soloff itu muncul dari testimoni para jurnalis asing yang pernah bertemu Sotloff, sebelum akhirnya dia dipenggal algojo ISIS. (Baca: ISIS Penggal Jurnalis Kedua Amerika Steven Sotloff)

Pada Selasa lalu, ISIS atau kelompok Negara Islam Irak dan Suriah yang telah ganti nama menjadi Negara Islam atau IS merilis video pemenggalan Sotloff. Jurnalis berusia 31 tahun itu diculik Agustus 2013 saat melintasi perbatasan Turki dan Suriah.

Dia selama ini menjadi jurnalis lepas untuk TIME, Christian Science Monitor, dan World Journal. ”Sotloff kita kenal sebagai wartawan yang jujur dan bijaksana yang berusaha untuk memahami cerita dari sudut pandang daerah dan melaporkan temuannya secara lugas,” tulis World Journal bulan lalu. (Baca juga: Mengenal Steven Sotloff, Jurnalis Kedua AS yang Dipenggal ISIS)

Editor World Journal, David Kenner, mengatakan, Sotloff merupakan jurnalis berbakat.”Dia orang yang pemberani,” katanya. Rekan Sotloff, Tom Coghlan, juga mengagumi sosok Sotloff. ”Dia seorang penulis yang benar-benar baik dan jurnalis manusiawi.”

Rekan Sotloff lain yang bernama Entropi, menuliskan sosok Sotloff dalam akun Twitter-nya, Rabu (3/9/2014).”Dia teman baik, kawan yang lucu, dan rekan yang berani,” tulis dia. Selain, meliput di Suriah, Sotloff pernah meliput konflik di Mesir, dan Libya.

Jurnalis lepas, Fellow Ben Taub, mengatakan Sotloff sebenarnya ingin cuti tapi akhirnya pergi ke Suriah saat konflik di negara itu memanas. ”Dia bilang, bahwa dia mengejar cerita yang bagus,” kata Taub kepada Daily Beast.

“Dia mengalami langsung. Dia bisa berbahasa Arab. Dia berhati-hati. Dan dia bilang, dia sudah cukup,” lanjut Taub.
(mas)
Berita Terkait
Turki Ingin AS Angkat...
Turki Ingin AS Angkat Kaki dari Irak dan Suriah
Suriah: AS Terus Mencuri...
Suriah: AS Terus Mencuri Minyak Melalui Irak, Kerja Sama dengan Kurdi
AS Mulai Tarik Pasukan...
AS Mulai Tarik Pasukan dari Pangkalan Utama di Dekat Ladang Gas Terbesar Suriah
Terancam, AS Kerahkan...
Terancam, AS Kerahkan Sistem Pertahanan Udara Avenger di Suriah dan Irak
Pasukan AS Tinggalkan...
Pasukan AS Tinggalkan Suriah setelah Diserang Pejuang Perlawanan Irak
4.500 Tahanan ISIS Dipindahkan...
4.500 Tahanan ISIS Dipindahkan dari Suriah ke Irak
Berita Terkini
Iran Bombardir Pangkalan...
Iran Bombardir Pangkalan AS di Yordania, Kuwait, Bahrain, dan Oman
27 menit yang lalu
Bak Film Spionase, Mata-mata...
Bak Film Spionase, Mata-mata Italia Berkhianat dan Jual Rahasia NATO kepada Rusia
1 jam yang lalu
AS Diam-diam Tarik 10...
AS Diam-diam Tarik 10 Jet Tempur Siluman F-22 Raptor, Mundur dari Perang Iran
2 jam yang lalu
Militer AS Rilis Video...
Militer AS Rilis Video Rudal-rudal Gempur 140 Target di Iran
3 jam yang lalu
Iran Balas Serang Pangkalan...
Iran Balas Serang Pangkalan AS di Qatar, Bahrain, dan UEA
3 jam yang lalu
Eks Jubir Rumah Sakit...
Eks Jubir Rumah Sakit Israel: Dokter Zionis Selamatkan Nyawa Erdogan atas Permintaan Mossad
4 jam yang lalu
Infografis
5 Alasan Perdamaian...
5 Alasan Perdamaian Amerika Serikat dan Iran Sulit Terwujud
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved