Wanita Australia dan Inggris Juga 'Jihad Seks' untuk ISIS

Rabu, 27 Agustus 2014 - 09:00 WIB
Wanita Australia dan...
Wanita Australia dan Inggris Juga 'Jihad Seks' untuk ISIS
A A A
KUALA LUMPUR - Selain para wanita Malaysia yang melakukan “jihad seks” untuk ISIS di Timur Tengah, ada juga wanita Australia dan Inggris yang melakukan hal serupa untuk militan Negara Islam Irak dan Suriah itu.

Hal itu diungkapkan seorang pejabat intelijen senior Malaysia yang telah bertukar informasi dengan intelijen dari negara lain.

”(Hasil) pertukaran data dengan intelijen negara-negara lain menunjukkan wanita Australia dan Inggris juga ikut bergabung dengan ISIS,” kata pejabat intelijen Malaysia itu. (Baca: Wanita Malaysia 'Jihad Seks' untuk ISIS di Timur Tengah)

Menurutnya, ISIS telah mengelurkan dekrit pada bulan Juni tahun ini. Isinya berupa perintah bagi wanita yang bergabung dengan kelompok pimpinan Abu Bakar al-Baghdadi itu untuk melakukan “jihad seks” yang mereka samakan sebagai wajib militer.

”Tak lama setelah Kota Mosul di Irak dikuasai oleh pasukan ISIS, orang-orang diperintahkan untuk mengirim perempuan yang belum menikah untuk ‘jihad seks’,” ungkap pejabat intelijen itu kepada Malaysian Insider, dalam kondisi anonim, Rabu (27/8/2014).

“Dalam proklamasi (berdirinya Khilafah Islam), ISIS mengancam akan memberlakukan hukum syariah pada semua orang yang gagal untuk mematuhi dekrit itu,” lanjut pejabat intelijen Malaysia itu.

Dia telah mendapat informasi dari pejabat intelijen Inggris, bahwa lebih dari 600 wanita Inggris sudah bergabung dengan ISIS. ”Angka ini juga termasuk wanita Inggris yang tidak berjuang di garis depan, tapi masih terlibat dengan melakukan ‘jihad seks’,” imbuh dia.

”Para pejabat intelijen Australia juga telah mengungkapkan bahwa lebih dari 100 warga Australia telah berada di Suriah untuk berjuang bersama ISIS,” sambung pejabat telik sandi Malaysia tersebut.

Pemerintah Malaysia pernah mengungkapkan, bahwa ada sekitar 30 warganya yang diduga sudah berangkat ke Timur Tengah untuk bertempur dengan ISIS. Namun, mereka belum mengkonfirmasi laporan intelijen soal adanya tiga wanita Malaysia yang melakukan “jihad seks” untuk ISIS di Timur Tengah.
(mas)
Berita Terkait
Beda dengan Indonesia...
Beda dengan Indonesia dan Malaysia, Filipina Dukung Aliansi AUKUS untuk Lawan China
Kronologi Kemerdekaan...
Kronologi Kemerdekaan Malaysia dari Inggris
Eks PM Australia Ungkap...
Eks PM Australia Ungkap Sosok yang Jatuhkan Malaysia Airlines MH370, Sebut Pembunuhan-Bunuh Diri
Nur Sajat Transgender...
Nur Sajat Transgender yang Mejeng di Depan Kakbah Kini Ada di Australia
Malaysia Airlines Pembawa...
Malaysia Airlines Pembawa 211 Orang Diancam Diledakkan, Terpaksa Putar Balik ke Sydney
Malaysia Tetap Ingin...
Malaysia Tetap Ingin Ekstradisi Nur Sajat, Transgender yang Mejeng Depan Kakbah
Berita Terkini
Presiden Zelensky Akan...
Presiden Zelensky Akan Memiliki Pesaing Politik yang Kuat, Ini 5 Pemicunya
2 jam yang lalu
Serangan AS ke Iran...
Serangan AS ke Iran Tak Punya Strategi, Apakah Trump Sudah Putus Asa?
2 jam yang lalu
AS Terlibat Langsung...
AS Terlibat Langsung dalam Serangan Drone Ukraina, Rusia: Washington Munafik!
5 jam yang lalu
Trump Setujui Arab Saudi...
Trump Setujui Arab Saudi Perkaya Uranium, Mungkinkan Riyadh Memiliki Bom Nuklir?
5 jam yang lalu
Gunakan Semut Jadi Hiasan...
Gunakan Semut Jadi Hiasan Makanan, Pemilik Restoran Berbintang Michelin Ini Dipenjara
7 jam yang lalu
Apa Itu Kokushobi? Cuaca...
Apa Itu Kokushobi? Cuaca Ekstrem yang Terjadi Pertama Kalinya di Jepang
8 jam yang lalu
Infografis
Skuad Timnas Inggris...
Skuad Timnas Inggris di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Liverpool
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved