Nur Sajat Transgender yang Mejeng di Depan Kakbah Kini Ada di Australia
Selasa, 19 Oktober 2021 - 05:43 WIB
loading...
Nur Sajat, pria transgender yang diburu Malaysia karena berpose di depan Kakbah dengan mukena, kini berada di Australia. Foto/@NurSajat23/TikTok
A
A
A
SYDNEY - Nur Sajat, pria transgender yang diburu pasukan Malaysia atas tuduhan penistaan agama Islam karena berpose di depan Kakbah di Masjidil Haram dengan mukena, kini berada di Sydney, Australia .
Pengusaha kosmetik berusia 36 tahun dengan nama asli Muhammad Sajjad Kamaruz Zaman itu menyampaikan kepada para penggemarnya bahwa dia tidak lagi berada di Thailand, tempat dia sebelumnya ditangkap otoritas imigrasi di Bangkok.
Nur Sajat melakukan siaran langsung di TikTok untuk pertama kalinya sejak melarikan diri ke Bangkok awal tahun ini. Dalam siaran langsungnya, dia mengatakan bahwa saat ini di berada kota Canterbury, pinggiran Sydney.
Baca juga: Nur Sajat, Transgender yang Mejang di Masjidil Haram, Ditangkap di Bangkok
Di tempat barunya itulah, Nur Sajat ingin melanjutkan hidupnya, termasuk meneruskan bisninya. Dia diduga sudah diberikan suaka politik oleh Australia.
Tak hanya di TikTok, dia juga mengunggah video di Instagram yang isinya meminta para pengkritiknya untuk meninggalkan keyakinan agamanya sendiri.
Pengusaha kosmetik berusia 36 tahun dengan nama asli Muhammad Sajjad Kamaruz Zaman itu menyampaikan kepada para penggemarnya bahwa dia tidak lagi berada di Thailand, tempat dia sebelumnya ditangkap otoritas imigrasi di Bangkok.
Nur Sajat melakukan siaran langsung di TikTok untuk pertama kalinya sejak melarikan diri ke Bangkok awal tahun ini. Dalam siaran langsungnya, dia mengatakan bahwa saat ini di berada kota Canterbury, pinggiran Sydney.
Baca juga: Nur Sajat, Transgender yang Mejang di Masjidil Haram, Ditangkap di Bangkok
Di tempat barunya itulah, Nur Sajat ingin melanjutkan hidupnya, termasuk meneruskan bisninya. Dia diduga sudah diberikan suaka politik oleh Australia.
Tak hanya di TikTok, dia juga mengunggah video di Instagram yang isinya meminta para pengkritiknya untuk meninggalkan keyakinan agamanya sendiri.
Lihat Juga :