Perangi Teroris, Saudi Sumbang Rp1,1 Triliun
Kamis, 14 Agustus 2014 - 09:31 WIB
Perangi Teroris, Saudi Sumbang Rp1,1 Triliun
A
A
A
NEW YORK - Pemerintah Arab Saudi menyumbangkan dana sebesar USD100 juta atau sekitar Rp1,1 triliun untuk Badan Pusat Anti-Terorisme (UNCCT) PBB. Dana sebesar itu disumbangkan Saudi untuk membantu memerangi teroris.
”Terorisme adalah kejahatan yang harus diberantas dari muka bumi, melalui upaya-upaya internasional,” kata Duta Besar Saudi untuk Amerika Serikat (AS), Adel al-Jubeir di hadapan Sekjen PBB, Ban Ki-moon, dalam sebuah upacara di PBB.
”(UNCCT) adalah satu-satunya pusat di dunia yang memiliki legitimasi untuk memerangi terorisme,” lanjut al-Jubeir.
Al-Jubeir bersama Duta Besar Saudi untuk PBB, Abdullah Al-Mouallimi, mengatakan bahwa UNCCT memerangi doktrin yang menjadi latar belakang munculnya gerakan terorisme.
Sementara itu, Sekjen PBB, Ban Ki-moon mengatakan, sumbangan dari Saudi dilakukan pada momen yang tepat. Di mana, kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) sedang merajalela di wilayah Irak dan Suriah.
Menurut Al-Jubeir, Riyadh berada di garis depan dalam perang melawan terorisme.”Agama Islam tidak bersalah untuk jadi dalih kegiatan teroris,” katanya.
“Kerajaan ini (Saudi) memberikan bantuan kepada negara-negara di dalam dan luar wilayah untuk membantu memerangi terorisme,” imbuh Al-Mouallimi, seperti dikutip Al Arabiya, semalam (13/8/2014).
”Terorisme adalah kejahatan yang harus diberantas dari muka bumi, melalui upaya-upaya internasional,” kata Duta Besar Saudi untuk Amerika Serikat (AS), Adel al-Jubeir di hadapan Sekjen PBB, Ban Ki-moon, dalam sebuah upacara di PBB.
”(UNCCT) adalah satu-satunya pusat di dunia yang memiliki legitimasi untuk memerangi terorisme,” lanjut al-Jubeir.
Al-Jubeir bersama Duta Besar Saudi untuk PBB, Abdullah Al-Mouallimi, mengatakan bahwa UNCCT memerangi doktrin yang menjadi latar belakang munculnya gerakan terorisme.
Sementara itu, Sekjen PBB, Ban Ki-moon mengatakan, sumbangan dari Saudi dilakukan pada momen yang tepat. Di mana, kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) sedang merajalela di wilayah Irak dan Suriah.
Menurut Al-Jubeir, Riyadh berada di garis depan dalam perang melawan terorisme.”Agama Islam tidak bersalah untuk jadi dalih kegiatan teroris,” katanya.
“Kerajaan ini (Saudi) memberikan bantuan kepada negara-negara di dalam dan luar wilayah untuk membantu memerangi terorisme,” imbuh Al-Mouallimi, seperti dikutip Al Arabiya, semalam (13/8/2014).
(mas)