Negara Teluk Minta PBB Perpanjang Embargo Senjata Iran

Senin, 10 Agustus 2020 - 17:16 WIB
loading...
Negara Teluk Minta PBB...
Dewan Kerjasama Teluk (GCC) meminta PBB untuk memperpanjang embargo senjata internasional terhadap Iran, sebuah langkah yang didorong kuat oleh Amerika Serikat. Foto/REUTERS
A A A
RIYADH - Dewan Kerjasama Teluk (GCC) meminta PBB untuk memperpanjang embargo senjata internasional terhadap Iran , sebuah langkah yang didorong kuat oleh Amerika Serikat (AS). Embargo itu akan berakhir pada Oktober mendatang.

GCC, yang terdiri dari Bahrain, Kuwait, Oman, Qatar, Uni Emirat Arab (UEA), dan Arab Saudi , mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa campur tangan Iran yang berkelanjutan di negara-negara tetangga membuat perpanjangan embargo diperlukan.

( Baca juga: Intelijen Keimigrasian Ikut Investigasi Kasus Penipuan WNA Iran )

"Tidak tepat untuk mencabut pembatasan pasokan senjata dari dan ke Iran, sampai Iran menghentikan kegiatan destabilisasi di kawasan itu dan berhenti memasok senjata ke organisasi teroris dan sektarian," kata Sekretaris Jenderal GCC, Nayef Falah Mubarak al-Hajraf seperti dilansir Al Arabiya pada Senin (10/8/2020).

Sementara itu, AS akan memperkenalkan resolusi Dewan Keamanan (DK) PBB untuk memperpanjang embargo senjata PBB terhadap Iran pada pekan ini. ( Baca juga: Meski Terus Bersitegang, Tak akan Ada Perang Langsung Saudi-Iran )

Menteri Luar Negeri AS, Mike Pompeo mengatakan, pengajuan resolusi itu sangat masuk akal dan bersumpah dengan satu atau lain cara, AS akan melakukan hal yang benar, yakni mencegah Iran untuk mendapatkan senjata.

Pompeo kemudian mengatakan, akan ada negara-negara yang berbaris untuk menjual senjata Iran yang akan mengguncang Timur Tengah dan menempatkan Israel, Eropa dalam risiko, serta mempertaruhkan nyawa warga AS.
(esn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran Sebut Pangkalan...
Iran Sebut Pangkalan AS Target Sah dan Sumber Kekacauan Timur Tengah
Iran Berupaya Pungut...
Iran Berupaya Pungut Biaya Layanan, Bukan Tol untuk Lintasi Selat Hormuz
Menlu Iran dan Pemimpin...
Menlu Iran dan Pemimpin Hamas di Gaza Bahas Perkembangan Terkini Palestina
Citra Satelit Tunjukkan...
Citra Satelit Tunjukkan Pangkalan AS di Kuwait Hancur usai Serangan Iran
Dicecar Apakah Israel...
Dicecar Apakah Israel Memiliki Senjata Nuklir? Ini Jawaban Menlu AS Marco Rubio
AS Bohong, Kapal Induk...
AS Bohong, Kapal Induk Gerald R Ford Ternyata Rusak Parah saat Perang Lawan Iran, Ini Buktinya!
Iran Berniat Kembangan...
Iran Berniat Kembangan Rudal Balistik Antarbenua biar Tambah Menakutkan
1 Anggota Pasukan Perdamaian...
1 Anggota Pasukan Perdamaian PBB Tewas, 2 Terluka Akibat Serangan Artileri di Lebanon
Negaranya Dihujani Rudal...
Negaranya Dihujani Rudal dan Drone, Kuwait Usir 2 Diplomat Iran
Rekomendasi
Stop Polemik, Prof Dede:...
Stop Polemik, Prof Dede: Pengelolaan Yayasan Diserahkan ke Pemerintah melalui UIN Jakarta
FK Unair Kukuhkan Profesor...
FK Unair Kukuhkan Profesor University of Melbourne sebagai Adjunct Professor
Bunga Mulai 1,75%! BRI...
Bunga Mulai 1,75%! BRI KPR Hadirkan Solusi Paling Ringan untuk Miliki Rumah Impian
Berita Terkini
Drone Terjang Galilea...
Drone Terjang Galilea Barat Beberapa Menit setelah Netanyahu Pergi
Iran Sebut Pangkalan...
Iran Sebut Pangkalan AS Target Sah dan Sumber Kekacauan Timur Tengah
Mayoritas Penduduk di...
Mayoritas Penduduk di 36 Negara Anggap Israel Tidak Baik
Iran Berupaya Pungut...
Iran Berupaya Pungut Biaya Layanan, Bukan Tol untuk Lintasi Selat Hormuz
Menlu Iran dan Pemimpin...
Menlu Iran dan Pemimpin Hamas di Gaza Bahas Perkembangan Terkini Palestina
Presiden China Xi Jinping...
Presiden China Xi Jinping akan Kunjungi Korea Utara Pekan Depan
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved