DK PBB: ISIS Lakukan Kejahatan Perang
Rabu, 06 Agustus 2014 - 11:22 WIB
DK PBB: ISIS Lakukan Kejahatan Perang
A
A
A
NEW YORK - Dewan Kemanan (DK) PBB mengutuk keras atas apa yang dilakukan militan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) di Irak. DK PBB bahkan menilai, ISIS telah melakukan kejahatan perang dan harus dibawa ke peradilan internasional.
"Serangan luas atau sistematis terhadap penduduk sipil karena latar belakang etnis, agama atau kepercayaan merupakan kejahatan terhadap kemanusiaan, dan mereka (ISIS) harus mempertanggung jawabkan apa yang mereka lakukan," ungkap pernyataan DK PBB yang dibacakan oleh Duta Besar Inggris untuk PBB, Mark Lyall Grant.
Melansir Channel News Asia, Rabu (6/8/2014), DK PBB berpendapat ISIS saat ini bukan hanya ancaman bagi Irak dan Suriah. Namun, sudah menjadi ancaman bagi stabilitas dan kemanan di kawasan Timur Tengah bahkan dunia.
Grant memfokuskan pada apa yang dilakukan ISIS terhadap kaum minoritas Yazidi di Irak, yang menjadi korban serangan ISIS karena dianggap pemuja setan. “Dewan mengutuk dengan keras penganiayaan secara sistematis terhadap kaum ini,” ucap Grant.
Kaum Yazidi sendiri merupakan salah satu dari beberpa kaum minoritas di Irak. Mereka sudah tinggal selama beratus-ratus tahun di wilayah Sinjar dan di beberapa tempat di provinsi Newewa, Irak.
“Banyak dari mereka telah mengungsi, dan tidak sedikit juga yang diculik dan dieksekusi,” Grant menambahkan.
ISIS memang dikenal sangat keras dengan pengikut agama lain di Irak, terutama di wilayah yang sudah mereka kusasai. Terakhir, ISIS mengusir para penganut Kristen di Mosul, bila menolak penganut Kristiani itu harus membayar denda atau dihukum mati.
"Serangan luas atau sistematis terhadap penduduk sipil karena latar belakang etnis, agama atau kepercayaan merupakan kejahatan terhadap kemanusiaan, dan mereka (ISIS) harus mempertanggung jawabkan apa yang mereka lakukan," ungkap pernyataan DK PBB yang dibacakan oleh Duta Besar Inggris untuk PBB, Mark Lyall Grant.
Melansir Channel News Asia, Rabu (6/8/2014), DK PBB berpendapat ISIS saat ini bukan hanya ancaman bagi Irak dan Suriah. Namun, sudah menjadi ancaman bagi stabilitas dan kemanan di kawasan Timur Tengah bahkan dunia.
Grant memfokuskan pada apa yang dilakukan ISIS terhadap kaum minoritas Yazidi di Irak, yang menjadi korban serangan ISIS karena dianggap pemuja setan. “Dewan mengutuk dengan keras penganiayaan secara sistematis terhadap kaum ini,” ucap Grant.
Kaum Yazidi sendiri merupakan salah satu dari beberpa kaum minoritas di Irak. Mereka sudah tinggal selama beratus-ratus tahun di wilayah Sinjar dan di beberapa tempat di provinsi Newewa, Irak.
“Banyak dari mereka telah mengungsi, dan tidak sedikit juga yang diculik dan dieksekusi,” Grant menambahkan.
ISIS memang dikenal sangat keras dengan pengikut agama lain di Irak, terutama di wilayah yang sudah mereka kusasai. Terakhir, ISIS mengusir para penganut Kristen di Mosul, bila menolak penganut Kristiani itu harus membayar denda atau dihukum mati.
(esn)