Didesak SBY Klarifikasi Info WikiLeaks, Australia Bungkam

Kamis, 31 Juli 2014 - 17:37 WIB
Didesak SBY Klarifikasi...
Didesak SBY Klarifikasi Info WikiLeaks, Australia Bungkam
A A A
JAKARTA - Desakan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) terhadap pemerintah Australia agar mengklarifikasi info WikiLeaks yang menyebut SBY dalam kasus dugaan korupsi proyek pencetakan uang, membuat Australia tersudut.

Saya minta Australia segera mengeluarkan statement yang terang agar nama baik Ibu Mega dan saya sendiri tidak dicemarkan, agar tidak ada kecurigaan terhadap pejabat Indonesia lainnya, dan itu penting, kita ingin dengar langsung dari Australia,” kata SBY, dalam konferensi pers di Istana menanggapi pemberitaan Sindonews berjudul "Ungkap Dugaan Korupsi, WikiLeaks Sebut SBY dan Mega.”.

Pemerintah Australia hingga hari ini (31/7/2014) belum memberikan klarifikasi. Pemberitaan Sindonews tertanggal 30 Juli 2014 berisi bocoran dokumen WikiLeaks, di mana ada surat perintah dari pemerintah Australia melalui Mahkamah Agung Victoria di Melbourne, agar melarang publikasi kasus dugaan korupsi proyek pencetakan uang kertas yang diduga melibatkan para tokoh dan pemimpin Asia.

Nama Presiden SBY, mantan presiden Megawati Soekarnoputri dan mantan menteri Laksamana Sukardi masuk dalam daftar nama tokoh Asia yang disebut dalam dokumen WikiLeaks itu. (Baca: SBY Klarifikasi Berita WikiLeaks dan Sindonews)

Australia tidak hanya tersudut oleh desakan SBY. Para aktivis dan kelompok media di Australia yang kaget dengan surat perintah itu juga mendesak pemerintah Australia mengklarifikasi.

Wartawan Australia yang berbasis di Prancis, Benjamin Ismail, mengatakan tindakan pemerintah Australia itu tidak bisa diterima. ”Dan tidak dapat membenarkan sensor lengkap seperti yang berlaku untuk semua berita dan penyedia informasi, termasuk pada wartawan dan warga biasa,” katanya.

”Kami mendesak pihak berwenang (Australia) untuk menempatkan kepentingan umum di atas kepentingan nasional dan untuk mengembalikan transparansi dalam kasus ini,” lanjut dia, seperti diberitakan AFP.

Pendiri WikiLeaks, Julian Assange, juga mengecam kebijakan pemerintah Australia itu. ”Ini bukan hanya masalah pemerintah Australia yang gagal untuk memberikan informasi soal kasus korupsi internasional,” kata Assange yang kini bersembunyi di Kedutaan Ekuador yang berbasis di London, Inggris.

Pemerintah Australia tetap bungkam atas berbagai desakan itu.

Berita tanggapan Istana:

Istana Tanggapi Info WikiLeaks soal Dugaan Korupsi SBY

Berita tanggapan PDIP:

PDIP Bantah Info WikiLeaks soal Dugaan Korupsi Megawati
(mas)
Berita Terkait
Kunjungan Danielle Wood...
Kunjungan Danielle Wood Perkuat Kerja Sama Ekonomi Indonesia–Australia
Cendekiawan Muda RI...
Cendekiawan Muda RI di Australia Sumbang Ide Wujudkan Indonesia 4.0
Kerjasama dengan UNICEF,...
Kerjasama dengan UNICEF, Australia Bantu Penanganan Covid-19 Indonesia
KJRI Melbourne Benarkan...
KJRI Melbourne Benarkan Ada WNI yang Ditangkap Karena Ngutil Tas Mewah
Wasit Yordania Adham...
Wasit Yordania Adham Makhadmeh Pimpin Laga Timnas Indonesia vs Australia
Peringkat Timnas Indonesia...
Peringkat Timnas Indonesia Terpaut Jauh dari Australia, Shin Tae-yong: Kami Tidak Gentar
Berita Terkini
706 Paus dan Lumba-lumba...
706 Paus dan Lumba-lumba Dibantai, Laut Ini Berubah Jadi Perairan Darah
46 menit yang lalu
Rusia Ancam Armenia:...
Rusia Ancam Armenia: Tak Lagi Dipasok Minyak Murah Jika Nekat Gabung Uni Eropa!
1 jam yang lalu
AS Hendak Kerahkan Senjata...
AS Hendak Kerahkan Senjata Nuklir ke Lebih Banyak Negara NATO, Bisa Bikin Rusia Murka
2 jam yang lalu
6 Jet Tempur Canggih...
6 Jet Tempur Canggih yang Bakal Panaskan Langit ASEAN: F-35 Singapura hingga Rafale Indonesia
3 jam yang lalu
Bos NATO: Ukraina Menang...
Bos NATO: Ukraina Menang Perang, Rusia Semakin Putus Asa!
4 jam yang lalu
Trump Akui Mendamprat...
Trump Akui Mendamprat Netanyahu dengan Makian Kasar: 'Saya Sedikit Terganggu...'
5 jam yang lalu
Infografis
Daftar Skuad Timnas...
Daftar Skuad Timnas Indonesia Hadapi Australia dan Bahrain
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved