Hamas Sebut Gencatan Senjata dengan Israel Lelucon
Selasa, 15 Juli 2014 - 12:17 WIB
Hamas Sebut Gencatan Senjata dengan Israel Lelucon
A
A
A
GAZA - Hamas menanggapi dingin usulan Mesir soal gencatan senjata dengan Israel di Jalur Gaza. Hamas menganggap usulan itu bukan inisiatif yang tulus dari Mesir.
Sedangkan kabinet Israel pagi ini (15/7/2014) bertemu untuk mempertimbangkan usulan Mesir soal gencatan senjata di Jalur Gaza. Hingga belum ada keputusan dari Israel, apakah bersedia melakukan gencatan senjata atau menolaknya.
Juru bicara Hamas, Osama Hamdan, kepada CNN, menggambarkan usulan gencatan senjata itu sebagai lelucon belaka. ”Kami tidak menerima kabar jika yang menyatakan usulan ini (gencatan senjata) dari Mesir. Artinya, itu sebuah inisiatif untuk media. Ini bukan inisiatif politik,” ucap Osama.
“Ini benar-benar bukan sebuah inisiatif, Ini benar-benar bukan ide. Apa yang mereka coba lakukan adalah untuk menyudutkan Palestina dan membantu Israel,” lanjut Osama. (Baca: Mesir Usul Gencatan Senjata di Gaza, Israel Pikir-pikir)
Berbeda halnya dengan sikap dari perunding Palestina, Saeb Erekat. Dia justru optimistis gencatan senjata bisa terlaksana dalam beberapa jam. “Kita dapat melihat beberapa hal, tanda-tanda yang nyata, yang serius dari kemungkinan adanya gencatan senjata dalam waktu 12-24 jam ke depan,” kata Erekat.
”Saya tahu bahwa beberapa pemimpin lain di Hamas mengatakan kita tidak menutup pintu bagi setiap inisiatif guna melakukan gencatan senjata,” sambung Erekat.
Usulan gencatan senjata dari Mesir itu muncul, setelah korban akibat invasi Israel di Jalur Gaza terus bertambah. Hingga siang ini, korban tewas akibat invasi Israel yang dimulai sejak Selasa pekan lalu sudah mencapai 186 jiwa.
Sedangkan korban luka sudah mencapai 1.390 orang.Kementerian Kesehatan Palestina menyebut korban tewas saat ini lebih besar dari jumlah korban tewas saat perang di Gaza tahun 2012 lalu.
Sedangkan kabinet Israel pagi ini (15/7/2014) bertemu untuk mempertimbangkan usulan Mesir soal gencatan senjata di Jalur Gaza. Hingga belum ada keputusan dari Israel, apakah bersedia melakukan gencatan senjata atau menolaknya.
Juru bicara Hamas, Osama Hamdan, kepada CNN, menggambarkan usulan gencatan senjata itu sebagai lelucon belaka. ”Kami tidak menerima kabar jika yang menyatakan usulan ini (gencatan senjata) dari Mesir. Artinya, itu sebuah inisiatif untuk media. Ini bukan inisiatif politik,” ucap Osama.
“Ini benar-benar bukan sebuah inisiatif, Ini benar-benar bukan ide. Apa yang mereka coba lakukan adalah untuk menyudutkan Palestina dan membantu Israel,” lanjut Osama. (Baca: Mesir Usul Gencatan Senjata di Gaza, Israel Pikir-pikir)
Berbeda halnya dengan sikap dari perunding Palestina, Saeb Erekat. Dia justru optimistis gencatan senjata bisa terlaksana dalam beberapa jam. “Kita dapat melihat beberapa hal, tanda-tanda yang nyata, yang serius dari kemungkinan adanya gencatan senjata dalam waktu 12-24 jam ke depan,” kata Erekat.
”Saya tahu bahwa beberapa pemimpin lain di Hamas mengatakan kita tidak menutup pintu bagi setiap inisiatif guna melakukan gencatan senjata,” sambung Erekat.
Usulan gencatan senjata dari Mesir itu muncul, setelah korban akibat invasi Israel di Jalur Gaza terus bertambah. Hingga siang ini, korban tewas akibat invasi Israel yang dimulai sejak Selasa pekan lalu sudah mencapai 186 jiwa.
Sedangkan korban luka sudah mencapai 1.390 orang.Kementerian Kesehatan Palestina menyebut korban tewas saat ini lebih besar dari jumlah korban tewas saat perang di Gaza tahun 2012 lalu.
(mas)