Ayah dan 4 Perajam Wanita Hamil Diseret ke Pengadilan Pakistan

Senin, 07 Juli 2014 - 12:30 WIB
Ayah dan 4 Perajam Wanita...
Ayah dan 4 Perajam Wanita Hamil Diseret ke Pengadilan Pakistan
A A A
ISLAMABAD - Lima orang perajam wanita hamil di Pakistan hingga tewas dibawa ke pengadilan di Islamabad, Senin (7/7/2014). Lima orang itu adalah ayah korban. Sedangkan empat lainnya adalah kerabat korban.

Kelima orang dituduh melakukan pembunuhan setelah melakukan tindakan rajam (pelemparan batu) secara ilegal. Korban yang bernama Farzana Praveen, 25, tewas dirajam massa pada 27 Mei 2014 karena menikah dengan pria yang dia cintai tanpa persetujuan keluarganya.

Salah seorang pria yang ikut terlibat dalam perajaman massal itu mengaku telah menikah dengan korban. Padahal dalam pengakuan sebelumnya, statusnya baru tunangan. Kelima pria itu mengaku tidak bersalah dalam kasus ini. (Baca: Nikahi Pria Pilihan Sendiri, Wanita Pakistan Dirajam Keluarganya)

Demikian keterangan seorang penyidik polisi Islamabad, Mian Zulfiqar. Menurutnya, dalam sidang hari ini, hakim pengadilan minta para saksi dihadirkan. Para saksi itu, menurut Zulfiqar, adalah polisi dan dokter yang melakukan autopsi terhadap jenazah Farzana.

“Kami anggap kasus dapat menjerat kuat terhadap para tersangka, tetapi terserah kepada pengadilan bagaimana untuk mengambil putusan atas penyelidikan kami,” ujar Zulfiqar, seperti dikutip Fox News.

Kasus ini telah jadi sorotan dunia, di mana rajam dengan dalih “pembunuhan demi kehormatan” merupakan tindakan pengghakiman ilegal. Para kerabat korban yang terlibat dalam perjaman Farzana berpendapat hukuman itu pantas, karena korban melakukan perzinahan. (Baca juga: Kasus Wanita Dirajam, Polisi Pakistan Tak Mau Disalahkan)

Korban memilih menikah dengan pria bernama Muhammad Iqbal atas nama cinta. Namun, belakangan muncul kontroversi, setelah Iqbal juga diketahui merupakan duda yang pernah membunuh istrinya sebelum menikahi Farzana.
(mas)
Berita Terkait
Indonesia Kirimkan Bantuan...
Indonesia Kirimkan Bantuan untuk Korban Banjir dan Longsor di Pakistan
Ledakan Bom Bunuh Diri...
Ledakan Bom Bunuh Diri Dekat Pos Pemeriksaan Keamanan di Pakistan Barat
Buntut Kecelakaan Pesawat...
Buntut Kecelakaan Pesawat PIA, Pakistan Larang Terbang 262 Pilot
Korban Selamat Pesawat...
Korban Selamat Pesawat PIA: Yang Saya Lihat Hanya Api
Airbus Mulai Selidiki...
Airbus Mulai Selidiki Kecelakaan Pesawat di Pakistan
Kantongi Lisensi Palsu,...
Kantongi Lisensi Palsu, 150 Pilot PIA Dilarang Terbang
Berita Terkini
Siapa Liao Dan? Pria...
Siapa Liao Dan? Pria yang Dijuluki Penipu Paling Setia di China
1 jam yang lalu
Trump: 2 Minggu Lagi,...
Trump: 2 Minggu Lagi, AS Nyatakan Kemenangan Total atas Iran!
1 jam yang lalu
Helikopter Apache AS...
Helikopter Apache AS Jatuh di Dekat Selat Hormuz, Ditembak Iran?
2 jam yang lalu
Jet Tempur Masa Depan...
Jet Tempur Masa Depan untuk Menggantikan Rafale dan Eurofighter Gagal Terwujud, Ini 4 Alasannya
2 jam yang lalu
Partai Pro-Barat Menang...
Partai Pro-Barat Menang Pemilu Armenia, Pukulan Telak bagi Rusia
2 jam yang lalu
Bela Iran, Houthi Larang...
Bela Iran, Houthi Larang Seluruh Kapal Israel Lewat Laut Merah
3 jam yang lalu
Infografis
Piala Dunia 2026: Panggung...
Piala Dunia 2026: Panggung Terakhir Messi-Ronaldo dan Lahirnya Era Baru
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved