Penembak Mati 3 Polisi Kanada Berhasil Ditangkap
Jum'at, 06 Juni 2014 - 20:06 WIB
Penembak Mati 3 Polisi Kanada Berhasil Ditangkap
A
A
A
MONTREAL - Penembak misterius yang menewaskan tiga polisi Kanada pada Jumat (6/6/2014) dilaporkan berhasil ditangkap. Pelaku menyerahkan diri kepada kepolisian, dua hari setelah ia ditetapkan sebagai buronan nasional.
Pria tersebut diidentifikasi sebagai Justin Bourque, yang menembak mati tiga orang polisi pada Rabu (5/6/2014) di wilayah New Brunswick.
Pria yang awalnya dikenal sebagai Rambo, karena berpakaian layaknya tokoh Rambo tersebut, menjadi buruan utama kepolisian Kanada.
"Justin Bourque ditangkap oleh Royal Canadian Mounted Police (RCMP) di Moncton. Kini ia berada dalam tahanan polisi. Warga utara Moncton sekarang dapat keluar dari rumah mereka dengan aman," ungkap RCMP melalui akun Twitter resmi mereka, seperti dilansir Channel News Asia.
Semenjak penembakan polisi tersebut, Moncton mendadak berubah menjadi kota hantu. Warga tidak berani meninggalkan rumah mereka, bahkan sebagian ada yang pergi meninggalkan kota tersebut karena merasa nyawanya terancam.
“Bourque pada akhirnya menyerahkan diri kepada kepolisian setempat, dia tidak melakukan perlawanan sedikitpun saat penangkapan itu terjadi,” ungkap seorang saksi mata, Michelle Thibodeau.
Pria tersebut diidentifikasi sebagai Justin Bourque, yang menembak mati tiga orang polisi pada Rabu (5/6/2014) di wilayah New Brunswick.
Pria yang awalnya dikenal sebagai Rambo, karena berpakaian layaknya tokoh Rambo tersebut, menjadi buruan utama kepolisian Kanada.
"Justin Bourque ditangkap oleh Royal Canadian Mounted Police (RCMP) di Moncton. Kini ia berada dalam tahanan polisi. Warga utara Moncton sekarang dapat keluar dari rumah mereka dengan aman," ungkap RCMP melalui akun Twitter resmi mereka, seperti dilansir Channel News Asia.
Semenjak penembakan polisi tersebut, Moncton mendadak berubah menjadi kota hantu. Warga tidak berani meninggalkan rumah mereka, bahkan sebagian ada yang pergi meninggalkan kota tersebut karena merasa nyawanya terancam.
“Bourque pada akhirnya menyerahkan diri kepada kepolisian setempat, dia tidak melakukan perlawanan sedikitpun saat penangkapan itu terjadi,” ungkap seorang saksi mata, Michelle Thibodeau.
(esn)