Kasus Wanita Dirajam, Polisi Pakistan Tak Mau Disalahkan
Minggu, 01 Juni 2014 - 16:12 WIB
Kasus Wanita Dirajam, Polisi Pakistan Tak Mau Disalahkan
A
A
A
LAHORE - Kasus Farzana Iqbal Parveen, wanita Pakistan yang dirajam ilegal oleh keluarganya sendiri karena menikah dengan pria pilihannya sendiri terus menjadi sorotan dunia. Polisi Pakistan menolak disalahkan, karena tidak mencegah tindakan rajam secara ilegal itu.
Menurut polisi Pakistan, masyarakat internasional harus memahami karakter dan budaya warga Pakistan yang masih konservatif. Bahkan, lanjut polisi, tindakan rajam terhadap wanita seperti yang dialami Farzana sudah rutin terjadi di Pakistan.
Farzana tewas setelah dilempari batu oleh keluarganya sendiri dan mantan tunangannya di luar Pengadilan Tinggi Lahore, Selasa lalu. Ayah korban, Mohammad Azeem yang ikut merajam putrinya yang sedang hamil itu mengklaim tindakannya atas nama “kehormatan keluarga”.
Mohammad Azeem ditangkap di lokasi kejadian. Sedangkan empat orang lainnya, termasuk paman dan sepupu korban ditangkap Kamis malam.
Pejabat senior polisi Pakistan, Zulfiqar Hameed, menolak jika polisi disalahkan atas insiden itu. Menurutnya, salah satu anak buahnya justru telah merampas pistol yang dibawa salah satu penyerang. Namun, karena jumlah massa yang terlalu besar membuat polisi kewalahan.
Dia menyalahkan media yang tidak akurat dalam menggambarkan situasi saat kejadian berlangsung. “Ini adalah kasus pembunuhan rutin seperti kasus pembunuhan lain dan harus dilihat dalam konteks masyarakat Pakistan,” katanya, seperti dikutip news.com.au, Minggu (1/6/2014).
“Media asing salah menggambarkan itu sebagai tindakan rajam tanpa melihat latar belakang dua keluarga,” lanjut dia. Sebelumnya, suami korban, Mohammad Iqbal Parveen, menyatakan, istrinya dirajam karena dia tidak mampu membayar “uang kehormatan” yang dituntut keluarga istrinya sekitar Rp19 juta. Dia juga menuduh polisi tidak bertindak, meskipun dia sudah berteriak minta tolong.
Versi terbaru dari pihak kepolisian menyatakan, Mohammad Iqbal, mempunyai masa lalu yang bermasalah. Dia pernah membunuh istri pertamanya dan melarikan diri selama empat tahun. Mohammad Iqbal juga dituduh kawin lari dengan Farzana yang memicu keluarga Farzana melakukan tindakan seperti itu.
Baca berita wanita Pakistan dirajam:
Nikahi Pria Pilihan Sendiri, Wanita Pakistan Dirajam Keluarganya
Wanita Pakistan Dirajam, karena Suami Tak Tebus Rp19 Juta
Empat Tersangka Perajam Wanita Pakistan Ditangkap
Menurut polisi Pakistan, masyarakat internasional harus memahami karakter dan budaya warga Pakistan yang masih konservatif. Bahkan, lanjut polisi, tindakan rajam terhadap wanita seperti yang dialami Farzana sudah rutin terjadi di Pakistan.
Farzana tewas setelah dilempari batu oleh keluarganya sendiri dan mantan tunangannya di luar Pengadilan Tinggi Lahore, Selasa lalu. Ayah korban, Mohammad Azeem yang ikut merajam putrinya yang sedang hamil itu mengklaim tindakannya atas nama “kehormatan keluarga”.
Mohammad Azeem ditangkap di lokasi kejadian. Sedangkan empat orang lainnya, termasuk paman dan sepupu korban ditangkap Kamis malam.
Pejabat senior polisi Pakistan, Zulfiqar Hameed, menolak jika polisi disalahkan atas insiden itu. Menurutnya, salah satu anak buahnya justru telah merampas pistol yang dibawa salah satu penyerang. Namun, karena jumlah massa yang terlalu besar membuat polisi kewalahan.
Dia menyalahkan media yang tidak akurat dalam menggambarkan situasi saat kejadian berlangsung. “Ini adalah kasus pembunuhan rutin seperti kasus pembunuhan lain dan harus dilihat dalam konteks masyarakat Pakistan,” katanya, seperti dikutip news.com.au, Minggu (1/6/2014).
“Media asing salah menggambarkan itu sebagai tindakan rajam tanpa melihat latar belakang dua keluarga,” lanjut dia. Sebelumnya, suami korban, Mohammad Iqbal Parveen, menyatakan, istrinya dirajam karena dia tidak mampu membayar “uang kehormatan” yang dituntut keluarga istrinya sekitar Rp19 juta. Dia juga menuduh polisi tidak bertindak, meskipun dia sudah berteriak minta tolong.
Versi terbaru dari pihak kepolisian menyatakan, Mohammad Iqbal, mempunyai masa lalu yang bermasalah. Dia pernah membunuh istri pertamanya dan melarikan diri selama empat tahun. Mohammad Iqbal juga dituduh kawin lari dengan Farzana yang memicu keluarga Farzana melakukan tindakan seperti itu.
Baca berita wanita Pakistan dirajam:
Nikahi Pria Pilihan Sendiri, Wanita Pakistan Dirajam Keluarganya
Wanita Pakistan Dirajam, karena Suami Tak Tebus Rp19 Juta
Empat Tersangka Perajam Wanita Pakistan Ditangkap
(mas)