Vietnam Isyaratkan Melawan China via Jalur Hukum
Kamis, 22 Mei 2014 - 09:37 WIB
Vietnam Isyaratkan Melawan China via Jalur Hukum
A
A
A
MANILA--Perdana Menteri Vietnam, Nguyen Tan Dung, mengatakan, pemerintahannya sedang mempertimbangkan berbagai opsi, termasuk melakukan perlawanan lewat jalur hukum atas sengketa Laut China Selatan dengan China. Pernyataan itu disampaikan saat lawatan ke Manila, Filipina.
Langkah Vietnam itu akan semakin menambah ketegangan di kawasan Laut China Selatan. ” Vietnam sedang mempertimbangkan berbagai pilihan pertahanan, termasuk tindakan hukum sesuai dengan hukum internasional,” kata Dung dalam sebuah e-mail, yang dilansir Reuters, Kamis (22/5/2014).
”Saya ingin menggarisbawahi, bahwa Vietnam tegas akan membela kedaulatan dan kepentingan sahnya, karena kedaulatan teritorial termasuk kedaulatan zona maritim dan pulau, adalah kewajiban suci,” lanjut Dung.
Opsi Vietnam itu menyusul aksi serupa yang telah lebih dahulu dilakukan Filipina pada Merat 2014 lalu. Filipina juga bersengketa dengan China atas klaim Laut China Selatan. Filipina mengajukan kasus itu ke Pengadilan arbitrase di Den Haag untuk menentang klaim China atas wilayah Laut China Selatan.
Sedangkan Beijing telah menolak untuk berpartisipasi dalam kasus ini, dan memperingatkan Manila bahwa tindakan itu akan merusak hubungan kedua negara.
Rabu kemarin, Dung mengatakan, bahwa Vietnam dan Filipina bertekad untuk menentang pelanggaran perairan territorial yang dilakukan China. Vietnam juga menyerukan kepada dunnia untuk mengutuk tindakan China.
China telah mengklaim sekitar 90 persen dari Laut China Selatan. Padahal wilayah itu juga diklaim Filipina, Vietnam, Malaysia, Brunei dan Taiwan. China telah memperingatakan agar negara-negara Asia dan sekutu militernya untuk melawan China. Jika hal itu dilakukan, Beijing tidak bisa menjamin stabilitas kawasan regional. (Baca: China Peringatkan Negara-negara Asia agar Tak Macam-macam)
Langkah Vietnam itu akan semakin menambah ketegangan di kawasan Laut China Selatan. ” Vietnam sedang mempertimbangkan berbagai pilihan pertahanan, termasuk tindakan hukum sesuai dengan hukum internasional,” kata Dung dalam sebuah e-mail, yang dilansir Reuters, Kamis (22/5/2014).
”Saya ingin menggarisbawahi, bahwa Vietnam tegas akan membela kedaulatan dan kepentingan sahnya, karena kedaulatan teritorial termasuk kedaulatan zona maritim dan pulau, adalah kewajiban suci,” lanjut Dung.
Opsi Vietnam itu menyusul aksi serupa yang telah lebih dahulu dilakukan Filipina pada Merat 2014 lalu. Filipina juga bersengketa dengan China atas klaim Laut China Selatan. Filipina mengajukan kasus itu ke Pengadilan arbitrase di Den Haag untuk menentang klaim China atas wilayah Laut China Selatan.
Sedangkan Beijing telah menolak untuk berpartisipasi dalam kasus ini, dan memperingatkan Manila bahwa tindakan itu akan merusak hubungan kedua negara.
Rabu kemarin, Dung mengatakan, bahwa Vietnam dan Filipina bertekad untuk menentang pelanggaran perairan territorial yang dilakukan China. Vietnam juga menyerukan kepada dunnia untuk mengutuk tindakan China.
China telah mengklaim sekitar 90 persen dari Laut China Selatan. Padahal wilayah itu juga diklaim Filipina, Vietnam, Malaysia, Brunei dan Taiwan. China telah memperingatakan agar negara-negara Asia dan sekutu militernya untuk melawan China. Jika hal itu dilakukan, Beijing tidak bisa menjamin stabilitas kawasan regional. (Baca: China Peringatkan Negara-negara Asia agar Tak Macam-macam)
(mas)