Duterte: Konflik dengan China Pasti Berujung Pertumpahan Darah
Rabu, 21 April 2021 - 19:51 WIB
loading...
Duterte mengancam akan mengerahkan kapal perangnya sendiri, dengan mengatakan dia tidak melihat konflik dengan China berakhir tanpa pertumpahan darah. Foto/REUTERS
A
A
A
MANILA - Presiden Filipina , Rodrigo Duterte mengancam akan mengerahkan kapal perangnya sendiri, dengan mengatakan dia tidak melihat konflik dengan China berakhir tanpa pertumpahan darah. Ini adalah respon atas dugaan ancaman militer dari China.
"Kita bisa merebutnya kembali hanya dengan kekerasan. Tidak mungkin kita bisa mendapatkan kembali apa yang mereka sebut laut Filipina tanpa pertumpahan darah," ucap Duterte, saat berbicara di pertemuan kabinetnya.
Duterte, seperti dilansir Sputnik pada Rabu (21/4/2021), kemudian mengatakan bahwa konflik akan berdarah dan itu mungkin menghasilkan kekerasan yang mungkin tidak bisa dimenangkan oleh Filipina.
Pernyataan Duterte datang di tengah semakin rutinnya kapal nelayan China muncul di kawan Terumbu Karang Julina Felipe, yang berada di sebelah barat provinsi kepulauan Palawan, yang merupakan bagian Laut Filipina Barat.
Departemen Luar Negeri Filipina (DFA) telah mengeluarkan banyak protes diplomatik atas apa yang mereka klaim sebagai kehadiran ilegal milisi maritim Beijing, menyerukan Kedutaan Besar China di Manila untuk mengatasi masalah tersebut.
"Kita bisa merebutnya kembali hanya dengan kekerasan. Tidak mungkin kita bisa mendapatkan kembali apa yang mereka sebut laut Filipina tanpa pertumpahan darah," ucap Duterte, saat berbicara di pertemuan kabinetnya.
Duterte, seperti dilansir Sputnik pada Rabu (21/4/2021), kemudian mengatakan bahwa konflik akan berdarah dan itu mungkin menghasilkan kekerasan yang mungkin tidak bisa dimenangkan oleh Filipina.
Pernyataan Duterte datang di tengah semakin rutinnya kapal nelayan China muncul di kawan Terumbu Karang Julina Felipe, yang berada di sebelah barat provinsi kepulauan Palawan, yang merupakan bagian Laut Filipina Barat.
Departemen Luar Negeri Filipina (DFA) telah mengeluarkan banyak protes diplomatik atas apa yang mereka klaim sebagai kehadiran ilegal milisi maritim Beijing, menyerukan Kedutaan Besar China di Manila untuk mengatasi masalah tersebut.
Lihat Juga :