Usai dikecam, Presiden Nigeria akan kunjungi lokasi penculikan
Sabtu, 17 Mei 2014 - 17:48 WIB
Usai dikecam, Presiden Nigeria akan kunjungi lokasi penculikan
A
A
A
Sindonews.com – Presiden Nigeria, Goodluck Jonathan akan mengunguji Kota Chibook, yakni kota lokasi 223 siswa saat diculik Boko Haram. Kunjungan itu akan dilakukan, setelah dia dikecam rakyatnya karena lamban bertindak untuk menyematkan ratusan siswi itu.
Rencana kunjungan Jonathan disampaikan ajudannya, Doyin Okupe. Menurutnya, Presiden Jonathan sejatinya ingin mengunjungi kota tersebut, beberapa hari setelah ratusan siswi itu diculik Boko Haram. Namun, dia membatalkannya karena takut terjadi salah paham di tengah masyarakat.
“Presiden akan mengunjungi Chibok, dan bersumpah akan membuat mereka (para siswi) bebas,” kata Okupe, seperti dikutip Sky News, Sabtu (17/5/2014).
Tak hanya rakyatnya yang mengecam Jonathan, karena dianggap tak bertindak meski penculikan ratusan siswi sudah berlangsung sejak bulan lalu. Para pemimpin negara-negara lain juga mengecam sikapnya yang tidak bergerak cepat.
Menteri Luar Negeri William Hague, misalnya menyebut Pemerintah Nigeria tidak mempunyai rencana terstruktur untuk menyelamatkan para sandera. Kecaman serupa juga muncul dari Gedung Putih, Amerika Serikat.
Sementara itu, Kepolisi Nigeria mengatakan kepada Sky News, bahwa mereka tidak memiliki peralatan untuk mencegah serangan Boko Haram.
Sebelumnya juga muncul laporan bahwa militer Nigeria sebenarnya sudah tahu jika Boko Haram akan melakukan serangan terhadap asrama sekolah para siswi itu, namun militer Nigeria tidak bertindak. Kendati demikian, laporan itu telah mereka bantah.
Rencana kunjungan Jonathan disampaikan ajudannya, Doyin Okupe. Menurutnya, Presiden Jonathan sejatinya ingin mengunjungi kota tersebut, beberapa hari setelah ratusan siswi itu diculik Boko Haram. Namun, dia membatalkannya karena takut terjadi salah paham di tengah masyarakat.
“Presiden akan mengunjungi Chibok, dan bersumpah akan membuat mereka (para siswi) bebas,” kata Okupe, seperti dikutip Sky News, Sabtu (17/5/2014).
Tak hanya rakyatnya yang mengecam Jonathan, karena dianggap tak bertindak meski penculikan ratusan siswi sudah berlangsung sejak bulan lalu. Para pemimpin negara-negara lain juga mengecam sikapnya yang tidak bergerak cepat.
Menteri Luar Negeri William Hague, misalnya menyebut Pemerintah Nigeria tidak mempunyai rencana terstruktur untuk menyelamatkan para sandera. Kecaman serupa juga muncul dari Gedung Putih, Amerika Serikat.
Sementara itu, Kepolisi Nigeria mengatakan kepada Sky News, bahwa mereka tidak memiliki peralatan untuk mencegah serangan Boko Haram.
Sebelumnya juga muncul laporan bahwa militer Nigeria sebenarnya sudah tahu jika Boko Haram akan melakukan serangan terhadap asrama sekolah para siswi itu, namun militer Nigeria tidak bertindak. Kendati demikian, laporan itu telah mereka bantah.
(mas)