Iran dituduh rekrut pengungsi Afghanistan untuk perang di Suriah
Jum'at, 16 Mei 2014 - 19:19 WIB
Iran dituduh rekrut pengungsi Afghanistan untuk perang di Suriah
A
A
A
Sindonews.com – Media yang berbasis di Amerika Serikat, Wall Street Journal (WSJ) melansir laporan yang menyebut Iran telah merekrut pengungsi Afghanistan untuk berperang di Suriah. Sebagi imbalannya, Iran dituduh memberikan uang sakut USD500 per bulan dan izin tinggal.
Laporan itu diklaim telah dikonfirmasi pihak kantor Ayatollah Mohaghegh Kabuli, seorang pemimpin agama asal Afghanistan di kota suci Qom, Iran. Media itu juga mengklaim telah mengkonfirmasi seorang anggota Garda Revolusi Islam (IRGC).
”Mereka (IRGC) menemukan koneksi ke masyarakat pengungsi dan bekerja untuk meyakinkan pemuda kita untuk pergi dan berperang di Suriah,” kata administrator kantor Ayatollah Kabuli. ”Mereka memberi mereka segala sesuatu dari gaji residensi.”
Laporan yang juga dilansir Al Arabiya, Jumat (16/52014), menyatakan, bahwa Iran juga menawarkan pendaftaran sekolah bagi anak-anak pengungsi Afghanistan.
Sementara itu, Iran membantah keras atas laporan media tersebut. Hamid Babaei , juru bicara Iran untuk misi PBB, menyebut tuduhan itu tidak berdasar.
”Kehadiran Iran di negara ini (Suriah) hanya penasihat untuk membantu melawan ekstrimis seperti kelompok al-Qaeda yang melakukan lebih banyak pembantaian dan pertumpahan darah,” katanya kepada WSJ.
Laporan itu diklaim telah dikonfirmasi pihak kantor Ayatollah Mohaghegh Kabuli, seorang pemimpin agama asal Afghanistan di kota suci Qom, Iran. Media itu juga mengklaim telah mengkonfirmasi seorang anggota Garda Revolusi Islam (IRGC).
”Mereka (IRGC) menemukan koneksi ke masyarakat pengungsi dan bekerja untuk meyakinkan pemuda kita untuk pergi dan berperang di Suriah,” kata administrator kantor Ayatollah Kabuli. ”Mereka memberi mereka segala sesuatu dari gaji residensi.”
Laporan yang juga dilansir Al Arabiya, Jumat (16/52014), menyatakan, bahwa Iran juga menawarkan pendaftaran sekolah bagi anak-anak pengungsi Afghanistan.
Sementara itu, Iran membantah keras atas laporan media tersebut. Hamid Babaei , juru bicara Iran untuk misi PBB, menyebut tuduhan itu tidak berdasar.
”Kehadiran Iran di negara ini (Suriah) hanya penasihat untuk membantu melawan ekstrimis seperti kelompok al-Qaeda yang melakukan lebih banyak pembantaian dan pertumpahan darah,” katanya kepada WSJ.
(mas)